Pemilu 2024

Turunkan 20 Bacaleg Wajah Baru, PDIP Target Tambah Kursi di DPRD Gianyar

PDIP bertekad kembali menancapkan kuku kekuasaan di Ginayra dengan merebut kursi sebanyak-banyaknya di DPRD Gianyar periode 2019-2024.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Ketua PDIP Gianyar,Made Mahayastra bersama kader-kader kuat PDIP Gianyar di Sekretariat PDIP Gianyar, Bali, Senin 23 Januari 2023 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - PDIP bertekad kembali menancapkan kuku kekuasaan di Ginayra dengan merebut kursi sebanyak-banyaknya di DPRD Gianyar periode 2019-2024.

Saat ini, PDIP Gianyar mengoleksi 26 dari 40 kursi DPRD. Untuk target penambahan kursi periode 2024-2029, PDIP menurunkan Caleg-Caleg incumbent.

Tak hanya itu, PDIP juga menambah barisan Caleg dengan 20 wajah baru.

Baca juga: Terkait Kinerja, Dewan Gianyar Panggil Kadis Satpol PP dan Damkar Gianyar


Tentunya, penambahan 20 Caleg wajah baru tersebut juga akan membuat persaingan di internal partai semakin sengit.

Pemasangan non-incumbent berpengaruh ini, dipastikan juga akan menjadi ancaman bagi Caleg incumbent. Belum lagi, mereka juga haru melawan kader incumbent di luar PDIP.


Bacaleg ini sudah gencar bersosialisasi serta mulai mengkavling basis dukungan. Baliho pencalegan berkedok hari raya pun telah bertebaran di jalan.

Baca juga: Rancangan Alokasi Kursi Anggota DPRD Bali Pemilu 2024, Buleleng Berkurang Sedangkan Badung Bertambah

Bacaleg PDIP non-incumbent yang digadang-gadang akan dipasang dalam Pileg 2024 nanti, mulai dari Dapil Gianyar sebanyak empat orang.

Yakni I Gusti Ayu Agung Ari Laksmi (kader), I Ketut Simon Sukarsa (Wakil Ketua PAC), I Gusti Ngurah Winata (Ketua Ranting), dan Ni Komang Ayu Setia Dewi (Wakil Ketua PAC).


Kemudian di Dapil Blahbatuh ada Ni Kadek Dian Utama (kader). Lalu di Dapil Sukawati ada I Wayan Ari Suthama (Sekretaris PAC), I Made Siladarma (Ketua Ranting) dan Ni Komang Ayu Una (Wakil Bendahara PAC).

Baca juga: KPU Denpasar Akan Klarifikasi 9 Data Ganda Bakal Calon Anggota DPD RI Pemilu 2024

Dapil Tampaksiring ada I Made Widana (kader), Ni Ketut Warningsih (PAC) dan Cok Gde Agung Kusuma Putra (Ketua Ranting).

Sementara untuk Dapil Ubud ada I Made Andika yang kini masih menjabat Perbekel Sayan.


Made Andika saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dirinya akan maju ke DPRD Gianyar pada Pileg 2024. Kata dia, hal itu bukan atas kemauan sendiri. Namun ditunjuk oleh Ketua PDIP Gianyar, Made Agus Mahayastra.

"Ya, jika ada peluang, untuk apa disia-siakan," ujarnya.

Baca juga: Panwascam Kota Denpasar Akan Rekrut 43 Personel PKD Pemilu 2024, Simak Persyaratannya


Sekretaris DPC PDIP Gianyar, I Ketut Sudarsana menyebutkan, partainya tidak kekurangan kader untuk maju di Pileg. Bahkan potensi untuk lolos menjadi anggota legislatif cukup tinggi.

Bacaleg wajah baru yang disiapkan dipastikan kader partai terbaik yang duduk di jajaran pengurus maupun tidak.

"Seleksi Bacalegnya ketat, tentunya Ketua DPC memiliki kewenangan penuh menentukan kader yang maju dan track record di partai sudah teruji," jelasnya.

Baca juga: Pergantian Anggota Bawaslu Bali di Tengah Tahapan Pemilu 2024, Rudia: Pengawasan Tetap Berjalan


Tut Sana mengatakan, meski PDIP Gianyar telah menguasai 26 kursi di DPRD Gianyar, tetap menargetkan bertambah di setiap dapil. Hal itu mengikuti penambahan kursi di DPRD Gianyar menjadi 45 kursi.


"Harapan kita naik. Harapan tiap Dapil naik satu, Sukawati, Blahbatuh dan lainnya kecuali Ubud. Alasannya, di Ubud selalu ada pertarungan. Tapi kemugkinan besar Sukawati naik dua," ujar Sana belum lama ini.


Berdasarkan catatan Tribun Bali, Sukawati menjadi salah satu Dapil yang potensial mendongkrak kursi PDIP di DPRD Gianyar.

Di mana pada Pileg 2019, dari delapan kursi yang diperebutkan, PDIP berhasil merebut 6 kursi. Dimana kader yang menang saat itu, I Ketut Sudarsana, Putu Gede Febriantara, Ketut Sumadhi, Wayan Swarjaya, Wayan Wiartha, dan Desak Putu Tirta. Dari keenam nama tersebut, hanya Ketut Sumadhi yang tidak maju karena meninggal dunia dan telah digantikan oleh Ni Made Sanjani Widiastuti.

Jika dalam Pileg 2024 nanti, kursi Dapil Sukawati tidak bertambah, maka dari sekian kader non-incumbent di Sukawati itu, hanya memperebutkan dua kursi yang kini diduduki I Made Janji, kader sepuh Demokrat dan I Wayan Arjono, kader sepuh Golkar. (weg)

Mahayastra: Tak Boleh Ada Konflik


Ketua PDIP Gianyar Made Agus Mahayastra menggelorakan bahwa PDIP Gianyar merupakan partai yang paling siap menyongsong Pemilu 2024.


"Sejak 5 tahun terakhir ini, dalam setiap kegiatan, kita tak hanya fokus menggarap suara. Menggarap milenial, suara nelayan, dan sebagainya seperti partai lain."

"Tapi yang kita kerjakan bagaimana Indonesia ini maju. Dari sisi lingkungan, kita garap sungai, pohon, laut. Itu kita lakukan dengan seluruh potensi kader maupun petugas partai."

"Laut, sungai, lingkungan itu kan tak punya suara. Begitu juga anak-anak kecil, Balita, itu kita selamatkan dari stunting. Itu kan bukan suara, belum memiliki suara. Tapi itulah PDIP. Kita bergerak dari hati nurani. Kita bukan partai proposal. PDIP bukan partai kagetan."

"Tidak seperti patai lain, yang setiap hajatan Pemilu baru turun. Kita bukan seperti itu," ujar Made Mahayastra di hadapan kadernya di sea-sela memperingati HUT Ketum PDIP Megawati, Senin (23/1).


Mahayastra mengatakan bahwa selama ini kadernya bergerak solid. Menyerap aspirasi masyarakat, dan merealisasikannya dengan dukungan semua kader yang duduk di pemerintahan.

"Walaupun kader bukan anggota Dewan, tetap turun menyerap aspirasi, apa yang diperlukan, dibicarakan dengan DPRD atau bupati untuk direalisasikan. Itulah yang kita lakukan," ujar Mahayastra yang juga Bupati Gianyar.


Mahayastra mengatakan, ia telah mengirimkan nama-nama kader PDIP Gianyar untuk Pileg Gianyar dan Bali. Namun terkait siapa-siapa saja yang mendapat nomor urut 1, Mahayastra mengatakan, belum ada penomoran.

"Nama-nama sudah 120 persen dikirim ke DPD, seluruh Dapil. Baik untuk pemilihan tingkat provinsi maupun kabupaten. Penomorannya belum."

"Kan gak ada perebutan nomor. Kan masih menggunakan sistem sebelumnya. Suara partai itu, nanti kan suara terbanyak yang dapat. Aturan KPU sebelumnya kan begitu, belum ada perubahan. Kalau ada perubahan, ya kita sesuaikan," ujarnya.


Mahayastra mengatakan bahwa kader-kader PDIP Gianyar merupakan kader siap tempur. Bahkan untuk kader perempuan, paling minim suara yang dikantongi sebanyak 2.000.

"Yang saya lihat, semua dukungannya bagus-bagus. Hampir semua Dapil. Kayaknya yang cewek di PDIP, minimal bawa suara 2.000. Itu suara paling minim loh," ujarnya.


Terkait konflik internal dalam perebutan suara, Mahayastra mengatakan telah mengeluarkan solusi. Dan, iapun menegaskan jika ada kader yang tak mau diselesaikan konfliknya, ia akan memberi peringatan.

"Sudah diatur. Sudah ketua DPC yang ngatur. Ini di daerah ini, ini di daerah itu, semua sudah diatur. Tidak boleh ada konflik internal. Partai sebesar ini, sesolid ini tidak boleh konflik."

"Kalau pun ada, akan kita selesaikan. Apalagi kita kan sudah punya pengalaman menyelesaikan konflik. Sudah 25 tahun (saya) memimpin PDIP, sudah biasa. Kalau ada yang konfliknya tak mau diredam, ya kita warning," ujarnya. (*)

 

 

Berita lainnya di Berita Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved