Berita Bali

Mayat Bayi Sempat Dikira Bangkai Hewan, Lansia Terkejut Temukan Itu di Belakang Rumahnya

Saluran irigasi ini berada tepat di belakang rumahnya, di Jalan Padma Gang XI Kelurahan Penatih, Denpasar Timur.

Penulis: Putu Honey Dharma Putri W | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Honey/Tribun Bali
TKP - Seorang lansia menemukan mayat bayi perempuan, yang mengapung di saluran irigasi subak.  Saluran irigasi ini berada tepat di belakang rumahnya, di Jalan Padma Gang XI Kelurahan Penatih, Denpasar Timur. Lansia bernama Made Sudiana (63) tersebut, mengaku pada sekitar pukul 07.00 WITA, hendak membuang sisa makanan untuk pakan ikan di saluran irigasi itu.  Namun setelah ia menoleh ke arah saluran irigasi, terdapat sebuah mayat, yang sebelumnya ia kira bangkai binatang. 

TRIBUN-BALI.COM - Seorang lansia menemukan mayat bayi perempuan, yang mengapung di saluran irigasi subak. 

Saluran irigasi ini berada tepat di belakang rumahnya, di Jalan Padma Gang XI Kelurahan Penatih, Denpasar Timur.

Lansia bernama Made Sudiana (63) tersebut, mengaku pada sekitar pukul 07.00 WITA, hendak membuang sisa makanan untuk pakan ikan di saluran irigasi itu. 

Namun setelah ia menoleh ke arah saluran irigasi, terdapat sebuah mayat, yang sebelumnya ia kira bangkai binatang.

Baca juga: Waspada Penculikan! Anak SD Diedukasi Jajaran Polres Klungkung, Simak Beritanya 

Baca juga: Stok Tipis, Harga Naik, Penjualan Ogoh-ogoh Mini Ramai Kembali

TKP - Seorang lansia menemukan mayat bayi perempuan, yang mengapung di saluran irigasi subak. 

Saluran irigasi ini berada tepat di belakang rumahnya, di Jalan Padma Gang XI Kelurahan Penatih, Denpasar Timur.

Lansia bernama Made Sudiana (63) tersebut, mengaku pada sekitar pukul 07.00 WITA, hendak membuang sisa makanan untuk pakan ikan di saluran irigasi itu. 

Namun setelah ia menoleh ke arah saluran irigasi, terdapat sebuah mayat, yang sebelumnya ia kira bangkai binatang.
TKP - Seorang lansia menemukan mayat bayi perempuan, yang mengapung di saluran irigasi subak.  Saluran irigasi ini berada tepat di belakang rumahnya, di Jalan Padma Gang XI Kelurahan Penatih, Denpasar Timur. Lansia bernama Made Sudiana (63) tersebut, mengaku pada sekitar pukul 07.00 WITA, hendak membuang sisa makanan untuk pakan ikan di saluran irigasi itu.  Namun setelah ia menoleh ke arah saluran irigasi, terdapat sebuah mayat, yang sebelumnya ia kira bangkai binatang. (Honey/Tribun Bali)

“Saya noleh ke saluran irigasi, saya kira bangkai binatang, karena pernah dulu nemuin bangkai anjing. Tapi pas saya lihat dari dekat, kok ada kaki manusia, ternyata bayi.

Saya hubungi anak saya untuk nelpon kantor lurah,” jelasnya saat ditemui Tribun Bali.

Ia juga menjelaskan tidak mencium bau bangkai sebelumnya.

Saat di TKP, Kasi Pemerintahan Tentraman dan Ketertiban dan Kebersihan Penatih, I Made Larayasa (51), yang saat itu mengaku dihubungi anak Mase Sudiana.

“Iya saya langsung ke sini (TKP). Benar aja saya lihat mayat bayi itu udah pucat dan berputar-putar di saluran air,” jelasnya. 

Ia menerangkan saat itu ia bersama aparat desa mengevakuasi bayi tersebut.

Ketika dievakuasi ari-ari maupun pusar bayi tersebut pun sudah tidak ada.

TKP - Seorang lansia menemukan mayat bayi perempuan, yang mengapung di saluran irigasi subak. 

Saluran irigasi ini berada tepat di belakang rumahnya, di Jalan Padma Gang XI Kelurahan Penatih, Denpasar Timur.

Lansia bernama Made Sudiana (63) tersebut, mengaku pada sekitar pukul 07.00 WITA, hendak membuang sisa makanan untuk pakan ikan di saluran irigasi itu. 

Namun setelah ia menoleh ke arah saluran irigasi, terdapat sebuah mayat, yang sebelumnya ia kira bangkai binatang.
TKP - Seorang lansia menemukan mayat bayi perempuan, yang mengapung di saluran irigasi subak.  Saluran irigasi ini berada tepat di belakang rumahnya, di Jalan Padma Gang XI Kelurahan Penatih, Denpasar Timur. Lansia bernama Made Sudiana (63) tersebut, mengaku pada sekitar pukul 07.00 WITA, hendak membuang sisa makanan untuk pakan ikan di saluran irigasi itu.  Namun setelah ia menoleh ke arah saluran irigasi, terdapat sebuah mayat, yang sebelumnya ia kira bangkai binatang. (Honey/Tribun Bali)

Berdasarakan dugaan kepolisian, mayat bayi tersebut sebeum dibuang sudah sempat dirawat.

Made Larayasa menjelaskan, kasus penemuan mayat bayi seperti ini baru pertama kali terjadi di kawasan Penatih.

“Baru pertama kali ya ini, gak pernah ada kejadian seperti ini.

Biasanya hanya bangkai hewan saja. Mengingat saluran ini panjang sekali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved