Berita Bali
Pasrah, Perusahaan KM Linggar Petak 89 Masih Lakukan Pencarian, Segera Datangkan Keluarga ABK
Ditemui seusai acara penutupan, terlihat keduanya berjalan dan sedikit lesu saat akan diwawancarai oleh wartawan.
Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pihak agen dan pemilik kapal KM Linggar Petak 89, terlihat pasrah seusai penutupan operasi SAR dari hilangnya kapal tersebut.
Ditemui seusai acara penutupan, terlihat keduanya berjalan dan sedikit lesu saat akan diwawancarai oleh wartawan.
“Mau bagaimana lagi? Namanya musibah, kita tetap berusaha, tapi mau bilang apa lagi? Apa boleh buat?,” kata I Gusti Rai Suwandi.
Sebelumnya agen kapal, I Gusti Rai Suwandi dan pemilik kapal Jovan ikut serta dalam penutupan operasi.
Penutupan operasi dilakukan pada Senin, 6 Maret 2023 di Dermaga KN SAR Arjuna Pelabuhan Benoa, Denpasar.
Baca juga: Operasi SAR Pencarian Korban Hilang dari Tenggelamnya KM Linggar Petak 89 Resmi Ditutup
Baca juga: Kasus Taro Kelod Lanjut, Anak Sabit Mohon Perlindungan ke Polda Bali Jelang Eksekusi Lahan

Agen PT Sumber Mina Samudera ini, juga mengatakan semua aparat telah sekuat tenaga telah melakukan pencarian.
Begitu pula pihaknya yang juga turut berupaya untuk membantu hingga hari itu.
Namun apa daya, hasil kerja keras mereka mencari para ABK KM Linggar Petak 89 lainnya belum membuahkan hasil.
Rai menuturkan mereka telah menghubungi keluarga dari para korban, khususnya keluarga ABK yang sudah ditemukan.
Tidak hanya itu, keluarga korban juga didatangkan ke Bali dengan biaya yang ditanggung oleh pihak perusahaan.
“Keluarga kita datangkan dengan biaya semuanya kita tanggung, tetapi untuk informasi kedatangan kurang tahu, itu bergantung kembali kepada keluarga masing-masing,” tambahnya.
Disamping itu, seluruh keluarga juga akan mendapatkan bantuan dari perusahaan.
Perusahaan telah memberikan bantuan karena semua karyawan telah diasuransikan dari BPJS Ketenagakerjaan.

Diketahui seluruh ABK memang telah lama bekerja di Pelabuhan Benoa, dan sudah berkenalan mencari ikan dengan berbagai kapal.
Semua ABK yang bertugas di KM Linggar Petak 89 itu berasal dari luar Bali.
Rai yang juga didampingi pemilik kapal saat ditemui, menuturkan mereka sangat memahami musibah seperti ini akan terjadi dalam bidang kerjanya itu.
Beberapa kecelakaan pernah terjadi di beberapa perusahaan lainnya dan ini merupakan kali pertama bagi perusahaannya, PT Sumber Mina Samudera.
Musibah ini akan menjadi pelajaran bagi mereka, untuk selalu menyiapkan alat-alat keamanan dan komunikasi dalam kapal.
Mereka juga menegaskan di KM Linggar Petak 89 telah dilengkapi dengan peralatan keamanan dan komunikasi yang dimaksud.
“Iya itu sudah ada alat-alat keamanan seperti baju renang, perahu rakit, pelampung sudah ditempatkan.
Termasuk alat komunikasi radio karena tanpa itu kami tidak bisa kerja,” tuturnya.

Hanya saja, Rai memperkirakan musibah yang begitu cepat terjadi di lautan membuat mereka panik sehingga tidak sempat menggunakan alat-alat tersebut.
Sehingga para ABK pun hanya bisa menyelamatkan diri, pada alat-alat yang berada di sekitar mereka seperti bola jaring kapal.
Berkenaan dengan operasi pencarian oleh Tim SAR sudah ditutup pihak kapal men mengatakan mereka masih terus melakukan pencarian.
Harapan besar mereka dapat menemukan adanya tanda-tanda penemuan ABK.
Sementara ABK yang selamat kini kondisinya terus membaik dan masih menerima perawatan di rumah sakit. (*)
Gelar Aksi Damai ke Kantor Gubernur, Partai Buruh Exco Bali Tuntut Stop PHK dan Hapus Outsourcing |
![]() |
---|
Kejati Bali Dorong Penanganan Tindak Pidana Korupsi Lewat Mekanisme DPA, Lazim di Luar Negeri |
![]() |
---|
Pemprov Bali Nantikan Pusat Untuk Penentuan Lokasi Tersus LNG |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Bali Ditutup Hampir Dua Jam, Antrean Kendaraan Mengular |
![]() |
---|
Lindungi Pesisir Bali, 4.000 Bakau Ditanam di Tahura Ngurah Rai, Libatkan Kelompok Nelayan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.