Berita Jembrana

Warga Kaliakah Jembrana Meninggal Dunia Usai Digigit Anjing Tiga Bulan Lalu, Simak Beritanya 

Seorang warga asal Banjar/Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana meninggal dunia, Senin 6 Maret 2023 siang.

Freepik.com
Ilustrasi anjing rabies - Seorang warga asal Banjar/Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana meninggal dunia, Senin 6 Maret 2023 siang. Sebelum meninggal dunia atau tiga bulan lalu, warga tersebut dikabarkan sempat digigit anjing pada pangkal ibu jari kaki kanannya. Setelah menggigit, hewan penular rabies (HPR) tersebut mati. Pihak Keswan-Kesmavet serta Dinas Kesehatan Jembrana puk, melakukan investigasi terkait terkait kasus tersebut.  

"Tentunya kita telusuri kasus tersebut. Ke depannya kita akan lebih intensif memberikan penyuluhan dan pemahaman tentang rabies. Termasuk juga bersama-sama serta mendorong dinas terkait untuk mempecepat vaksinasi rabies pada anjing," tegasnya.

Disinggung mengenai pemberian vaksin anti rabies (VAR) terhadap keluarga yang sempat kontak dengan korban, mantan Direktur RSU Negara ini mengakui masih akan penelusuran dilanjutkan penyuluhan ke keluarga dan warga sekitar.

"Untuk sementara belum ada penyampaian ada warga yang digigit juga. Tapi, jika ada indikasi kami akan lakukan penanganan berupa pemberian VAR," tandasnya. 

Kepala Bidang Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa mengakui baru menerima informasi terkait ada seorang warga meninggal dunia, dengan riwayat gigitan anjing pada tiga bulan lalu.

Tentunya pihaknya bakal melakukan investigasi terkait hal tersebut. 

"Kami baru dapat infonya. Karena ada informasi riwayat gigitan anjing, kita akan lakukan investigas termasuk melakukan vaksinasi emergency maupun massal," jelasnya.

Terpisah, Perbekel Kaliakah, Made Bagiarta membenarkan bahwa seorang warganya asal Banjar Kaliakah meninggal dunia, Senin 6 Maret 2023 siang.

Namun, pihaknya tak berani berkomentar lebih jauh karena pihaknya dan pihak keluarga yang bersangkutan sedang menunggu konfirmasi resmi dari pihak RSU Negara. 

"Dari Banjar Kaliakah (korban). Tapi, kami belum berani memberikan keterangan terkait apapun karena masih menunggu keterangan resmi dari dokter. Pihak keluarga pun masih menunggu hasil final dari dokter (terkait suspek rabies)," jelasnya.

Dinkes Catat 760 Gigitan HPR Dalam Dua Bulan

Kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di Jembrana dalam kurun waktu empat tahun terakhir sangat tinggi.

Setiap tahunnya, terjadi ribuan kasus gigitan. Mirisnya dalam dua bulan tahun 2023 ini, kasus gigitan tercatat sudah mencapai 760 kasus. Dari jumlah tersebut, 18 anjing dinyatakan positif rabies.

Di sisi lain, hingga saat ini Dinas Kesehatan Jembrana telah melayani pemberian VAR terhadap 1.278 orang yang terkena gigitan. Dan dari jumlah itu, sebanyak 50 orang diserang HPR dengan status positif rabies.

Menurut data yang berhasil diperoleh dari Dinas Kesehatan Jembrana, pada tahun 2019 lalu tercatat ada 3.256 kasus gigitan.

Pada 2020 lalu menurun menjadi 2.289 gigitan. Namun pada 2021 kembali meningkat menjadi 2.410 kasus gigitan. Kasus gigitan semakin parah pada 2022 hingga mencapai 5.252 kasus gigitan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved