Berita Jembrana
Pemkab Dorong Desa/Kelurahan Bentuk Tim Siaga Rabies
Pemkab Dorong Desa/Kelurahan Bentuk Tim Siaga Rabies, Desa Adat Diharapkan Segera Bentuk Pararem Rabies
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Fenty Lilian Ariani
NEGARA, TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Kabupaten Jembrana mendorong setiap Desa/Kelurahan di Jembrana membentuk Tim Siaga Rabies (Tisira).
Tujuannya adalah untuk bersama-sama meminimalisir atau nenekan kasus HPR positif rabies mulai dari desa/kelurahan.
Apalagi, jumlah kasus rabies yang terjadi pada 2022 lalu sangat tinggi, yakni mencapai 208 kasus.
Dan selama dua bulan terakhir di tahun ini sudah tercatat 18 kasus anjing positif rabies.
"Kita sebelumnya sudah mengumpulkan semua perangkat desa dengan tujuan bisa membuat tim siaga rabies (Tisira) di setiap Desa/Kelurahan," kata Kabid Keswan-Kesmavet, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I Wayan Widarsa saat dikonfirmasi, Rabu 8 Maret 2023.
Dia melanjutkan, dalam struktur tim tersebut Perbekel/Lurah bertindak sebagai Ketua Tim, Bendesa Adat sebagai Sekretaris, dan anggotanya terdiri dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bidan Desa, Polprades, seluruh Kelian.
Tim ini nantinya memberikan edukasi terhadap masyarakat mengenai upaya penekanan serta memberikan pemahaman bahaya rabies.
Sebab, awal tahun 2023 ini sudah tercatat ada dua kasus suspek rabies.
"Karena pekerjaan atau penanganan rabies ini harus diikuti seluruh stake holder di tingkat desa bahkan banjar. Untuk Jembrana, hanya Desa Batuagung yang sudah membentuk tim tersebut," tegasnya.
Selain desa dinas, kata Widarsa, pihaknya juga sudah memberikan petunjuk atau contoh pararem (aturan) kepada seluruh desa adat.
Untuk saat ini, Desa Adat Baler Bale Agung dengan difasilitas Majelis Desa Adat (MDA) Jembrana sedang menggodok aturan tersebut agar bisa segera diterapkan.
"Desa Adat BB Agung sudah difasilitasi oleh MDA. Mudah-mudahan ini bisa segera bisa dilaksanakan," tandasnya.
Sementara itu, Sub Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Dinas Kesehatan Jembrana, Ida Bagus Made Adnyana mengatakan, dengan terbentuknya Tim Siaga Rabies di masing-masing desa, minimal masyarakat menjadi memperoleh pemahaman yang lebih tentang rabies.
Untuk di kesehatan sendiri, masyarakat cenderung belum mengetahui sepenuhnya. Masyarakat hanya tau sampai tahap mencuci luka setelah terjadi gigitan.
"Nah untuk membawa ke faskes dengan tujuan melapor dan mendapat penanganan minimal pemberian VAR," tegasnya.
Dengan pemahaman tersebut, kata dia, minimal kasus suspek rabies bisa ditekan. Sebab, dalam tiga bulan di 2023 ini, Jembrana sudah mencatat dua orang warga meninggal dunia dengan riwayat gigitan anjing (suspek rabies).
"Jembrana sampai saat ini (tiga bulan) sudah tercatat dua orang suspek rabies. Kami harap tidak bertambah lagi seiring dengan bertambahnya pemahaman masyarakat," tandasnya.
Sebelumnya, seorang warga asal Banjar/Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana meninggal dunia, Senin 6 Maret 2023 siang.
Sebelum meninggal dunia atau tiga bulan lalu, warga tersebut dikabarkan sempat digigit anjing pada pangkal ibu jari kaki kanannya.
Setelah menggigit, hewan penular rabies (HPR) tersebut mati. Pihak Keswan-Kesmavet serta Dinas Kesehatan Jembrana puk melakukan investigasi terkait terkait kasus tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh, warga bernama Ni Putu N (45) tersebut sempat menjalani perawatan di RSU Negara dalam beberapa hari dengan keluhan sesak nafas.
Keterangan keluarga, warga tersebut ada riwayat digigit anijng pada tiga bulan yang lalu namun tidak melapor ke faskes terdekat sehingga belum mendapat penanganan sejak diserang anjing tersebut.
Setelah diperiksa dan observasi, pihak dokter IGD mendiagnosa yang bersangkutan takut menelan air dan takut terhadap cahaya.
Artinya dengan ciri-ciri tersebut, diduga alias suspek rabies.
Korban riwayat gigitan anjing pada tiga bulan lalu tersebut akhirnya meninggal dunia pada pukul 12.03 WITA, Senin 6 Maret 2023.(*)
BENDERA Peringatan Rawan Berenang Dipasang di Teluk Gilimanuk, Imbauan Keselamatan Beraktivitas |
![]() |
---|
KEPALA Nengah Terbentur Keras di Jalur Tengkorak Jembrana, Aspal Penuh Bercak Merah |
![]() |
---|
Lima Rumah Warga Jembrana Diterjang Gelombang Tinggi, Dua KK Mengungsi |
![]() |
---|
50 Orang Jadi Korban, Sayu Putu Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rp 1,5 Miliar Lebih |
![]() |
---|
Antrian Mengular hingga Masjid Gilimanuk, Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Hampir 2 Jam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.