Berita Jembrana

PSSI Evaluasi Rusuh Suporter di Jembrana Bali

Untuk ke depannya, PSSI mau terlibat langsung terhadap seluruh kegiatan sepak bola di Kabupaten Jembrana.

Istimewa
Suasana saat kericuhan yang terjadi pada turnamen sepak bola mini Badeng Raya Cup II di Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana, Kamis 9 Maret 2023. 

TRIBUN-BALI.COM -  Assosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Jembrana, sudah memantau kasus keributan antar supporter saat turnamen sepak bola mini di Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara.

Untuk ke depannya, PSSI mau terlibat langsung terhadap seluruh kegiatan sepak bola di Kabupaten Jembrana.

"Dari peristiwa yang terjadi di saat turnamen tersebut, memang ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi," kata Ketua Askab PSSI Jembrana, I Ketut Tulis, Senin (13/3/2023).

Ia mengaku sudah memantau keributan, yang terjadi usai pertandingan semifinal antara Singo Edan (Desa Pengambengan) melawan Loloan Hijrah (Loloan Barat).

Suasana saat kericuhan yang terjadi pada turnamen sepak bola mini Badeng Raya Cup II di Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana, Kamis 9 Maret 2023.
Suasana saat kericuhan yang terjadi pada turnamen sepak bola mini Badeng Raya Cup II di Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana, Kamis 9 Maret 2023. (Istimewa)

agar kasus ini tak terulang, ia mau memberikan pemahaman kepada penyelenggara, pemain hingga pendukung.

Edukasi yang diberikan terkait regulasi dan pengelolaan turnamen yang dijalankan oleh panitia. Kata dia, turnamen seperti ini sejatinya peluang untuk penjaringan potensi pemain muda yang bisa dibentuk menjadi pemain profesional.

"Karena itu perlu ada keterlibatan langsung secara penuh dari Askab PSSI Jembrana untuk memberikan pemahaman pada regulasi dan pengelolaan turnamen sepak bola, termasuk sepak bola mini," jelasnya.

Selama ini, kata dia, dalam sejumlah turnamen memang ada ketentuan yang mungkin belum dijalankan. "Contohnya soal penggunaan sepatu. Seharusnya turnamen sepak bola apapun menggunakan sepatu. Tapi ternyata di pertandingan kemarin itu (Tegal Badeng Barat), ada yang menggunakan sepatu dan ada yang tidak pakai sepatu," jelasnya.

"Kami harap nantinya ada koordinasi antar instansi seperti aparat keamanan bisa lebih ditingkatkan. Sehingga sepak bola mini dari segi keamanan bisa lebih terjaga agar tidak terjadi keributan seperti sebelumnya. Karena sekecil apapun potensi keributan itu, harus diantisipasi dengan baik," sambun dia. (mpa)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved