Berita Bali

Meningitis! Mengenal Lebih Dalam Gejalanya, Ada Demam Hingga Kejang-kejang

Sementara “itis” artinya sendiri adalah peradangan, sehingga apabila digabungkan Meningitis artinya peradangan selaput otak.

Penulis: Putu Yunia Andriyani | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Freepik.com
Ilustrasi meningitis - Karena Meningitis disebabkan oleh infeksi itu salah satunya dari bakteri dan virus, maka yang bisa dilakukan untuk mencegahnya adalah menjaga kebersihan dan menjaga higienitas. Segala hal yang berhubungan dengan manusia, baik itu kulit, makanan, atau pun hal lain yang berpotensi menjadi vektor masuk ke tubuh manusia harus diperhatikan. Namun, apabila sudah terjangkit Meningitis, maka obat yang paling umum diberika adalah antibiotik yang disesuaikan dengan bakteri atau virus penyebabnya. Untuk mengetahui penyebab Meningitis sendiri akan dilakukan melalui pemeriksaan cairan pada otak dan juga bisa melalui darah. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Saat ini sedang gempar satu keluarga asal Gianyar yang terjangkit Meningitis.

Terjangkitnya Meningitis ini dikabarkan terjadi setelah keluarga ini menyantap kuliner khas Bali lawar plek.

Kasus ini sendiri telah mendapatkan perhatian dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Kabupaten Gianyar, serta fasilitas kesehatan yang menangani keluarga tersebut.

Dr. AA Ayu Surya Praba Sp.S(K) selaku dokter neuro infeksi, mengatakan Meningitis ini berasal dari Meninges yang artinya selaput otak.

Sementara “itis” artinya sendiri adalah peradangan, sehingga apabila digabungkan Meningitis artinya peradangan selaput otak.

Baca juga: Distan Pastikan Peternak Babi di Bali Sudah Ikuti SOP Agar Terhindar Meningitis Streptococus Suis

Baca juga: Bangli Belum Ditemukan Kasus Suspek Meningitis

 

Penyebabnya sendiri bermacam-macam, namun yang paling sering adalah karena adanya infeksi oleh bakteri, virus, dan yang lainnya.

Adapun gejala Meningitis khususnya yang disebabkan oleh infeksi diawali dengan demam atau panas.

Karena menyerang selaput otak, biasanya juga demam atau panas ini disertai dengan sakit kepala.

Kemudian apabila diperiksa lebih lanjut, juga terjadi kaku leher hingga penurunan kesadaran dan kejang-kejang karena sudah melibatkan jaringan otak.

Penyakit Meningitis ini tidak memandang umur dan dapat menyerang seluruh kelompok usia, mulai dari bayi hingga lansia.

Namun, pada umumnya penyebab Meningitis ini beragam yaitu kelompok bakteri atau virus tertentu dan tergantung usia yang di paparannya.

“Bakteri itu kan macam-macam sumbernya, kalau di bayi misalnya bisa karena infeksi jalan lahir yang didapat saat proses kelahiran, misalnya infeksi saluran nafas dan infeksi di telinga.

Kalau orang dewasa itu lebih bervariasi lagi penyebabnya, biasanya infeksi jalan nafas, infeksi telinga, atau infeksi dari makanan,” kata Dr. AA Ayu Surya Praba Sp.S(K).

Karena Meningitis disebabkan oleh infeksi itu salah satunya dari bakteri dan virus, maka yang bisa dilakukan untuk mencegahnya adalah menjaga kebersihan dan menjaga higienitas.

Segala hal yang berhubungan dengan manusia, baik itu kulit, makanan, atau pun hal lain yang berpotensi menjadi vektor masuk ke tubuh manusia harus diperhatikan.

Namun, apabila sudah terjangkit Meningitis, maka obat yang paling umum diberika adalah antibiotik yang disesuaikan dengan bakteri atau virus penyebabnya.

Untuk mengetahui penyebab Meningitis sendiri akan dilakukan melalui pemeriksaan cairan pada otak dan juga bisa melalui darah.

Setelah itu, dilakukan pemeriksaan mikrobiologi di laboratorium yang nantinya dari sanalah akan diidentifikasi jenis bakteri, virus, atau kuman penyebabnya.

Pengobatan sendiri bergantung pada faktor penyebabnya, tetapi untuk pemberian antibiotik akan dosiskam penggunaanya sekitar 14 sampai 21 hari.

“Kalau sudah tau jenis kuman apa yang menyebabkan infeksi dan dilihatlah pada antibiotik apa sensitivitasnya, nanti selanjutnya bisa dilihat jenis pengobatan yang dilakukan.

Tapi sebelumnya akan diberikan antibiotik yang bisa mengcover berbagai jenis kuman, yang disesuaikan dengan sensitivitas daerah paparan,” tambah dokter Ayu Praba.

Ilustrasi meningitis - Karena Meningitis disebabkan oleh infeksi itu salah satunya dari bakteri dan virus, maka yang bisa dilakukan untuk mencegahnya adalah menjaga kebersihan dan menjaga higienitas.
Ilustrasi meningitis - Karena Meningitis disebabkan oleh infeksi itu salah satunya dari bakteri dan virus, maka yang bisa dilakukan untuk mencegahnya adalah menjaga kebersihan dan menjaga higienitas. (Freepik.com)

 

Meningitis ini merupakan penyakit yang bisa disembuhkan tetapi tidak jarang meninggalkan gejala sisa.

Hal ini karena infeksi akan sembuh, apabila telah diberikan pengobatan dan bisa pilih seperti sedia kala.

Namun, gejala sisa akibat Meningitis cenderung lama bahkan bisa menetap, misalnya adah tuli.

Pemulihan tuli dan menjadi normal kembali bergantung pada ke derajat keparahan tuli tersebut.

Apabila gangguan pendengaran tersebut sudah dalam status yang parah maka penyembuhan kepada tulisnya itu cukup berat.

Saat ditanya apakah Meningitis bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia, Dokter Praba menjawab bisa saja.

Dokter yang bertugas di RSUP Prof. Ngoerah ini mengatakan ada saja pasien yang meninggal dunia akibat Meningitis.

Akan tetapi, rata-rata orang yang terjangkit penyakit Meningitis bisa disembuhkan.

Untuk tahun 2023 sendiri, dirinya mengatakan telah merawat beberapa pasien Meningitis di RSUP Prof. Ngoerah dan hampir seluruhnya sembuh meski meninggalkan gejala sisa. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved