GERCEP Tersangka AN Hapus History Chat dengan Putri Pj Gubernur, Polisi: Butuh Periksa Perangkat IT

Kasus kematian putri Penjabat (Pj) Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo hingga sampai saat ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Editor: Mei Yuniken
Youtube Tribunnews/Istimewa
Ahmad Nasir (kiri) Hapus History Chat Usai Setubuhi dan Tewaskan ABK Anak Pj Gubernur Papua Pegunungan 

TRIBUN-BALI.COMGERCEP Tersangka AN Hapus History Chat dengan Putri Pj Gubernur, Polisi: Butuh Periksa Perangkat IT

Kasus kematian putri Penjabat (Pj) Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo hingga sampai saat ini masih dalam penanganan pihak kepolisian.

Termasuk dalam pemeriksaannya, beberapa kejanggalan dari pengakuan tersangka, AN (22) ditemui.

Polisi masih mengusut tuntas hingga kasus ini benar-benar terpecahkan.

Lantaran, sesuatu yang bisa dijadikan barang bukti telah dihilangkan oleh tersangka AN.

Diberitakan sebelumnya bahwa ABK (16), putri Pj Gubernur Papua Pegunungan telah tewas di sebuah rumah kos di Semarang.

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, ABK sempat mengalami kejang hingga akhirnya meregang nyawa di rumah sakit Elizabeth Semarang.

Sejumlah barang bukti yang berada di rumah kos tersebut telah diamankan pihak berwajib.

Termasuk di antaranya beberapa botol minuman keras jenis Anggur Merah dan Kawa-kawa.

Baca juga: Sekali Bertemu, Pelaku Langsung Cabuli Putri Pj Gubernur Papua Pegunungan, Ini Penjelasan Polisi

AN Hapus History Chat

Dilansir dari TribunTrends, kepada polisi, Ahmad Nashir akhirnya mengaku telah menyetubuhi anak Gubernur Papua Pegunungan tersebut.

Namun mahasiswa semester empat ini rupanya melakukan hal licik lainnya untuk menyembunyikan kejahatannya.

Salah satunya adalah, setelah menyetubuhi ABK hingga tewas, Ahmad Nashir rupanya langsung menghapus histori chat dirinya dengan korban sebelum dibekuk polisi.

"Kami butuh pemeriksaan perangkat IT karena histori handpone tersangka sudah dihapus semua," ucap Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar, Senin 22 Mei 2023.

Menurutnya, handphone milik korban juga belum sempat dibuka karena masih dalam kondisi dipassword.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved