Berita Bali
Hadiri G20 YEA, Gde Brawiswara Putra Ajak Pengusaha Bali Berani Bersaing di Internasional
Gde Brawiswara Putra, seorang pengusaha asal Bali dan Executive Vice President JCI Indonesia, telah menerima undangan istimewa untuk hadir dalam YEA
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Gde Brawiswara Putra, seorang pengusaha asal Bali dan Executive Vice President JCI Indonesia, telah menerima undangan istimewa untuk hadir dalam Konferensi Youth Entrepreneur Alliance (YEA) di forum G20 yang akan diselenggarakan di India.
Dalam peran barunya sebagai delegasi Indonesia di G20 YEA, Gde Brawiswara Putra berkomitmen untuk membantu pengusaha Bali meraih kesuksesan di tingkat internasional dan mendorong mereka untuk berani bersaing di pasar global.
Gde Brawiswara Putra mengungkapkan kegembiraannya atas undangan yang diterimanya sebagai delegasi Indonesia di G20 YEA.
Baca juga: Pengusaha Muda Bali Wakili Indonesia di G20 YEA India: Peluang Emas Kembangkan Bisnis Internasional
"Saya merasa sangat terhormat dan bersemangat untuk mewakili Indonesia dalam konferensi ini. Saya melihat kesempatan ini sebagai pintu gerbang untuk mencari peluang ekspansi dan kolaborasi di level internasional," ujarnya dengan antusias.
Sebagai seorang pengusaha yang telah sukses di Bali, Gde Brawiswara Putra memiliki visi yang jelas dalam membantu pengusaha lokal Bali untuk naik ke level internasional.
Baca juga: Usai Digunakan Untuk KTT G20, Tahura Mangrove Bali Belum Dibuka Untuk Masyarakat Umum
Salah satu langkah penting yang akan diambilnya adalah membuka jalan bagi pengusaha Bali agar dapat berbisnis di pasar global.
Dalam upayanya ini, Gde Brawiswara Putra mengundang stakeholder terkait untuk berkolaborasi guna memberikan dukungan dan peluang bagi para pengusaha lokal Bali.
"Kolaborasi adalah kunci untuk memperluas jangkauan pengusaha Bali ke pasar internasional. Saya akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk membuka peluang ekspansi bagi mereka dan mengedukasi pengusaha lokal Bali agar berani menghadapi persaingan di level internasional," kata Gde Brawiswara Putra.
Baca juga: Berikut Data Pekerja Yang Kembali Bekerja di Tahun 2022 Usai Pandemi dan KTT G20 di Bali
Bali dikenal di seluruh dunia sebagai tujuan wisata yang menarik. Hal ini memberikan peluang yang sangat besar bagi pengusaha lokal untuk berbisnis di pasar internasional.
"Kehadiran banyak orang asing di Bali menjadi kesempatan bagi pengusaha lokal untuk menjalin kemitraan dan menjual produk mereka di pasar global. Kita harus memanfaatkan situasi ini dengan bijak," tambahnya.
Gde Brawiswara Putra juga memberikan pandangan mengenai sektor-sektor yang memiliki potensi besar bagi pengusaha Bali dalam bersaing di level internasional.
Baca juga: Usai Pandemi & KTT G20, Lapangan Pekerjaan Sektor Akomodasi dan Makan Naik 80,92 Ribu di Bali
Ia menyoroti sektor Internet of Things (IoT), pertanian, dan bisnis berbasis pariwisata sebagai sektor-sektor yang menjanjikan.
Dalam sektor IoT, pengusaha Bali dapat mengembangkan solusi cerdas untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.
Sementara itu, sektor pertanian dan bisnis berbasis pariwisata dapat memberikan pengalaman unik kepada wisatawan asing yang datang ke Bali.
Baca juga: Usai Pelaksanaan G20 Gepeng Kembali Menjamur di Badung Tercatat 17 Gepeng Berhasil Ditertibkan
Untuk mendukung pengusaha lokal Bali dalam menghadapi persaingan global, Gde Brawiswara Putra akan meluncurkan program-program dan kegiatan yang berfokus pada pengembangan keterampilan dan kapabilitas mereka.
UPAYA PHDI Denpasar Ringankan Beban Umat, Gelar Upacara Menek Kelih Hingga Metatah Massal |
![]() |
---|
Gelar Aksi Damai ke Kantor Gubernur, Partai Buruh Exco Bali Tuntut Stop PHK dan Hapus Outsourcing |
![]() |
---|
Kejati Bali Dorong Penanganan Tindak Pidana Korupsi Lewat Mekanisme DPA, Lazim di Luar Negeri |
![]() |
---|
Pemprov Bali Nantikan Pusat Untuk Penentuan Lokasi Tersus LNG |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Bali Ditutup Hampir Dua Jam, Antrean Kendaraan Mengular |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.