Berita Buleleng

Diduga Eksploitasi Bocah Asal Desa Tegallinggah Bali, Yayasan Pegiat Sosial Dilaporkan ke Polsek

salah satu yayasan pegiat sosial di Buleleng diduga mengeksploitasi seorang bocah kurang mampu

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kapolsek Sukasada, Kompol Made Agus Dwi Wirawan - Diduga Eksploitasi Bocah Asal Desa Tegallinggah Bali, Yayasan Pegiat Sosial Dilaporkan ke Polsek 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Salah satu yayasan pegiat sosial di Buleleng dilaporkan ke polisi, lantaran diduga mengeksploitasi seorang bocah kurang mampu asal Banjar Dinas Bukit Sari, Desa Tegallinggah, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Bali berinisial Putu NS (8).

Yayasan itu diduga memposting informasi hoaks untuk menarik empati masyarakat.

Menurut postingan yang diunggah pada 12 Juli kemarin, yayasan tersebut menyebut bahwa Putu NS harus mencari nafkah sendiri demi sesuap nasi, beli seragam sekolah dan membayar tunggakan sekolah.

Hal ini terjadi lantaran ayah Putu NS meninggal dunia karena sakit, sementara ibunya kabur meninggalkannya.

Baca juga: Satu Korban Hamil di Usia 15 Tahun, 10 Anak Jadi Korban Kekerasan Seksual di Buleleng

Yayasan tersebut juga menulis bahwa Putu NS harus menahan kaki yang sakit dan lelah menyusuri jalanan sambil membawa beberapa bungkus kerupuk.

Hasil jualan biasanya dibelikan beras dan sisanya untuk keperluan sekolah.

Namun dagangannya sering tak laku dan Putu NS sering kelaparan.

Mirisnya, Putu NS sering diusir saat berjualan.

Pernah suatu hari hujan deras, ia numpang berteduh di emperan toko.

Namun, pemilik toko mengusirnya karena mengganggu pembeli yang datang.

Dalam postingan itu juga disebutkan Putu NS makan di pinggir jalan yang jarang dilewati kendaraan.

Putu NS menangis sambil memeluk foto almarhum ayah.

Terakhir yayasan tersebut mengajak masyarakat untuk membantu Putu NS melalui aplikasi kitabisa.com.

"Sahabat, maukah kamu membantu agar bisa terus sekolah, hidup layak, & tidak kelaparan lagi? Mari salurkan bantuan terbaikmu melalui https://kitabisa.com/campaign/bantuadiknita," tulisnya dalam postingan Facebook.

Postingan itu membuat keluarga Putu NS terkejut, lantaran dinilai terlalu mengada-ada, alias tidak sesuai dengan kondisi nyata bocah tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved