Berita Klungkung
CLOSED! Turis Tak Boleh Masuk Selama Piodalan Padudusan Agung Pura Goa Lawah, Bisa Lihat Dari Jaba
Prajuru Pura Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan Klungkung, melarang wisatawan masuk ke utama mandala selama piodalan berlangsung
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Prajuru Pura Goa Lawah, Desa Pesinggahan, Kecamatan Dawan Klungkung, melarang wisatawan masuk ke utama mandala selama piodalan berlangsung. Puncak karya digelar pada Anggara Kasih Medangsia, Selasa (22/8), besok.
Persiapan piodalan sudah dilakukan sejak 14 Agustus 2023, dari nyujukang taring, ngunggahan sunari, dan ngawitin nyuci negtegang. Puncak piodalan akan dipuput dua sulinggih, yakni Ida Peranda dari Griya Jumpung Anyar dan Ida Pedanda dari Griya Wanasari
"Padudusan agung akan berlangsung selama sepekan dan nyineb (hari terakhir piodalan) akan berlangsung pada Selasa 29 Agustus 2023," ungkap panitia Pura Goa Lawah, Putu Juliadi, Minggu (20/8).
Baca juga: Alas Kedaton Ditinggal Kelelawar dan Turis,15 Tahun Lalu Populer, Kini 150 Wisatawan Sehari
Baca juga: 26 Persen Lagi Peken Megah Tuntas, Nanti Warga Bisa Urus Izin di Pasar Semarapura Klungkung
Baca juga: Pelaku Kabur Setelah Gagal Bongkar Mesin ATM, Suara Gerinda di Minimarket Pukul 05.00 Wita

Selama padudusan agung ini, Pura Goa Lawah yang merupakan destinasi unggulan di Klungkung tetap dibuka untuk aktivitas wisata. Hanya saja wisatawan tidak diperkenankan masuk sampai ke utama mandala pura.
Wisatawan hanya diperbolehkan menyaksikan proses upacara dari jaba pura, sehingga tidak sampai mengganggu pamedek yang melakukan persembahyangan. Selain itu, untuk menjaga kebersihan, pamedek juga diminta mengurangi pemakaian plastik.
"Wisatawan tidak diperkenankan masuk ke utama mandala. Hanya di jaba pura melihat proses upacara. Sementara pamedek kami imbau untuk mengurangi memakai plastik saat membawa aturan dan membuang sisa-sisa persembahan ke tempat yang telah disediakan," ungkap Juliadi.
Secara historis, Pura Goa Lawah merupakan satu di antara Pura Sad Kahyangan yang didirikan Mpu Kuturan pada abad ke-XI. Pura yang berdiri di Pantai Goa Lawah ini terletak di arah tenggara pulau Bali dan dipercaya sebagai stana Dewa Maheswara dan Sanghyang Naga Basuki.
Selain itu, Pura Goa Lawah juga disebutkan menjadi tempat Ida Padanda Sakti Wawu Rauh atau Danghyang Nirartha untuk melakukan tirta yatra pada abad ke-XVI. Hal ini terbukti dengan ditemukannya padmasana di Pura Goa Lawah. Pura ini juga sebagai tempat upacara Nyegara Gunung karena letaknya di tepi pantai dan di bawah perbukitan. (mit)
Gencar Penataan Fasilitas
Penataan fasilitas gencar dilakukan di kawasan Goa Lawah. Kios kini jauh lebih rapi di sisi barat Pura Segara. Ssai bersembahyang di Pura Goa Lawah, pamedek juga bisa bersantai bersama keluarga di areal terbuka yang dibangun di pesisir Pantai Goa Lawah.
Bahkan tahun ini, juga dilaksanakan dua proyek fisik di Kawasan Goa Lawah. Pertama pembangunan plaza pengunjung dan kedua penataan parkir. Total anggaran penataan mencapai Rp 8 miliar lebih bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Pariwisata.
"Dalam pengerjaan plaza pengunjung ini, nanti ada pemasangan paving, gazebo, pembuatan tanggul pengaman pantai, dan penanaman pohon perindang. Nanti ada juga pemasangan patung icon dari Goa Lawah," ungkap Kepala Dinas Pariwisata Klungkung, Made Sulistiawati. (mit)
Desa Batumadeg Nusa Penida Bali Segera Miliki Sekolah PAUD Negeri Senilai Rp 1,6 Miliar |
![]() |
---|
8 KK Dipulangkan Akhir Pekan Ini, 6 Bulan di Pengungsian Warga Sental Kangin Segera Balik ke Rumah |
![]() |
---|
8 KK Dipulangkan Akhir Pekan Ini ke Banjar Sental Kangin, Bupati Satria Bakal Temui Tokoh Banjar |
![]() |
---|
Forkopinda Bahas Rencana Pemulangan Pengungsi Kasepekang Asal Sental Kangin |
![]() |
---|
Sampan Barang Tenggelam di Kusamba, Kerugian Rp1 Miliar, BPBD Ingatkan Potensi Ombak Tinggi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.