Kecelakaan Bermain Flying Fish

WNA Jepang Tewas Usai Main Flying Fish, Ketua Gahawisri Bali Katakan Permainan Itu Sudah Dilarang!

WNA Jepang tersebut terlempar dari ketinggian 3 meter, setelah perahu karet yang ditumpanginya dengan anaknya terlipat diterpa angin kencang.

Tribun Bali/Prima
Ilustrasi mayat - WNA Jepang tersebut terlempar dari ketinggian 3 meter, setelah perahu karet yang ditumpanginya dengan anaknya terlipat diterpa angin kencang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Wisatawan mancanegara (wisman) asal Jepang, yang meninggal dunia karena terjatuh dari wahana perahu karet di Benoa, Bali beberapa waktu lalu.

WNA Jepang tersebut terlempar dari ketinggian 3 meter, setelah perahu karet yang ditumpanginya dengan anaknya terlipat diterpa angin kencang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Gabungan Pengusaha Wisata Bahari Indonesia (Gahawisri) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengungkapkan, sebetulnya travel agent Jepang resmi sudah tidak lagi menjual paket dengan wisata wahana Flying Fish lantaran dinilai terlalu membahayakan dan beresiko terjadi kecelakaan.

Baca juga: WNA Meninggal Dunia Saat Bermain Flying Fish, Polda Bali Sebut Sejauh Ini Masih Murni Kecelakaan

Baca juga: Pinjol Keruk Rp 139,03 Triliun Uang Masyarakat, Temuan Data OJK Mulai 2017 Hingga 2022!

Baca juga: Katini Histeris Tak Bisa Tahan Tangis! Ledakan Disusul Kobaran Api Lahap Dua Rumah

Ilustrasi Flying Fish - Menanggapi hal tersebut, Ketua Gabungan Pengusaha Wisata Bahari Indonesia (Gahawisri) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengungkapkan, sebetulnya travel agent Jepang resmi sudah tidak lagi menjual paket dengan wisata wahana Flying Fish lantaran dinilai terlalu membahayakan dan beresiko terjadi kecelakaan.
Ilustrasi Flying Fish - Menanggapi hal tersebut, Ketua Gabungan Pengusaha Wisata Bahari Indonesia (Gahawisri) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengungkapkan, sebetulnya travel agent Jepang resmi sudah tidak lagi menjual paket dengan wisata wahana Flying Fish lantaran dinilai terlalu membahayakan dan beresiko terjadi kecelakaan. (kaskus)

 

Namun diduga, wisman Jepang yang bersangkutan memesan wahana tersebut secara mandiri atau personal booking.

 

“Kalau lewat travel agent Jepang, sudah tidak menjual (paket wahana) Flying Fish. Ke depannya, kita lagi koordinasi, kita akan seleksi jenis-jenis optional atraksi yang membahayakan yang dapat merusak citra pariwisata Bali. Kita akan delete. Tapi kita masih koordinasi internal,” jelasnya pada, Senin 21 Agustus 2023.

 

Gus Agung juga menambahkan Flying Fish merupakan wahana layaknya adventure, yang diperuntukkan bagi orang di bawah usia 30/40 tahun.

Begitu pun anak-anak muda diakuinya menyukai wahana ini. Tetapi wahana ini sangat tidak dianjurkan bagi orang berusia 60 tahun ke atas.

“Wisman ini yang meninggal dunia ini kan sudah umur 60-an ya. Jadi lebih baik, saya sudah mengusulkan pada teman-teman yang (punya usaha) watersport, Flying Fish itu kita tiadakan saja sementara biar tidak terjadi insiden-insiden lagi,” tambah, pria yang juga menjabat sebagai Ketua Bali Tourism Board (BTB) ini.

Disinggung apakah kasus ini merupakan kali pertama, Gus Agung mengaku dulu pernah terjadi kecelakaan seperti ini.

 

Namun sebetulnya, diungkapnya, cukup jarang terjadi. Maka dari itu pihaknya menyarankan, hal-hal yang membayakan atau yang berpotensi merusak citra pariwisata Bali lebih baik dihilangkan.

 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved