Kecelakaan Bermain Flying Fish

WNA Jepang Tewas Usai Main Flying Fish, Ketua Gahawisri Bali Katakan Permainan Itu Sudah Dilarang!

WNA Jepang tersebut terlempar dari ketinggian 3 meter, setelah perahu karet yang ditumpanginya dengan anaknya terlipat diterpa angin kencang.

Tribun Bali/Prima
Ilustrasi mayat - WNA Jepang tersebut terlempar dari ketinggian 3 meter, setelah perahu karet yang ditumpanginya dengan anaknya terlipat diterpa angin kencang. 

Terkait penyedia watersport, kata dia, berdasarkan laporan yang diterimanya, wahana dijalankan sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dibuat bersama dengan internasional. “Kita tidak bisa memberikan sanksi, mungkin kedepannya kita evaluasi atraksi-atraksi membahayakan seperti itu,” imbuhnya.

 

Selain wahana Flying Fish, ada sejumlah wahana yang dikatakannya beresiko seperti banana boat single dan jetsky. Namun keduanya telah dievaluasi.

“Dulu kan jetsky tanpa guide, sekarang sudah pakai guide. Semenjak itu sudah tidak ada masalah lagi. Banana boat sekarang juga sudah double, jadi seimbang dia,” bebernya.

Terkait penyebab, Gus Agung menerima laporan, bahwa kejadian naas tersebut murni karena gangguan alam. Posisi waktu itu, jelasnya, ada angin kencang yang tiba-tiba datang.

“Jadi memang angin ya, angin kencang tiba-tiba datang, awalnya tidak keras, tiba-tiba anginnya keras, sehingga Flying Fish-nya itu terlipat akhirnya tamu terjatuh ke laut. Jadi sementara laporannya karena alam. Ini memang tidak bisa dihindari,” katanya menyayangkan.(*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved