Wawancara Khusus

Wawancara Rektor UNHI Prof Damriyasa: Haluan 100 Tahun Ke Depan Jadi Pedoman Para Pemimpin di Bali

Haluan Pembangunan Bali sebagai peta jalan bagi para pemimpin generasi selanjutnya dalam melakukan pembangunan Bali.

Penulis: Ida Bagus Putu Mahendra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Tribun Bali/Ida Bagus Putu Mahendra
Wawancara Rektor UNHI Prof Damriyasa: Haluan 100 Tahun Ke Depan Jadi Pedoman Para Pemimpin di Bali 

Haluan pembangunan 100 tahun Bali ini tidak bicara hanya soal kepemimpinan, tapi juga termasuk ke pendidikan?

Termasuk ke pendidikan, termasuk juga haluan dari aspek pelaku ekonomi. Bisa dipelajari dari sini. Jadi ibaratnya kalau kendaraan, sudah ada jalannya. Tinggal supirnya menginjak gas saja.

Bagaimana Prof menilai lahirnya Perda haluan pembangunan Bali 100 tahun ke depan?

Kalau saya sih melihat bahwa kewajiban. Kalau misalnya daerah itu memiliki, Negara pun memiliki haluan untuk membangunnya.

Baru Bali saja yang sepertinya punya haluan ini, betul demikian Pak?

Kalau dilihat dari apa yang disampaikan oleh Menteri Bappenas, Itu baru Bali yang memiliki haluan pembangunan 100 tahun, yang dituangkan dalam bentuk peraturan daerah. Di pusat belum ada. Mungkin perlu jadi percontohan lah.

Tapi kalau saya melihat, Bali kelihatannya memang selalu lebih dulu.

Misalnya seperti badan riset dan inovasi daerah, itu di Bali kan ada sebelum badan riset dan inovasi nasional (BRIN).

Nah, kemudian terkait dengan haluan pembangunan Bali 100 tahun, Bali era baru, belakangan ini kan juga dilaunching Bali Development Fund.

Jadi, lembaga pembiayaan untuk pembangunan Bali. Ini juga menjadi pasangannya lah. Ibaratnya kendaraannya ada, jalanannya ada, kemudian bensinnya juga harus ada.

Jadi, apakah Prof ini menilai bahwa ini sebuah gagasan yang visioner dari Pak Gubernur Koster?

Saya kira sangat visioner terkait dengan program-program yang disiapkan.

Dan ini semua adalah untuk menyelamatkan Bali. Terutama tiga unsur utama ini, alam, manusia dan budaya.

Perlu ditiru juga oleh pusat?

Tergantung dari potensi karakteristik dari daerah masing-masing.

Apa kira-kira pesan dan harapan Prof kepada generasi muda, mahasiswa, dan juga masyarakat Bali dengan sekarang lahirnya atau ditetapkan haluan pembangunan Bali 100 tahun ke depan ini sebagai Perda?,

Ya, jadi dengan adanya haluan pembangunan Bali 100 tahun Bali, era baru ini, kan saya sampaikan tadi memuat bagaimana Bali tempo dulu, masa kini, dan kemudian apa permasalahan dan tantangannya, apa yang harus kita lakukan ke depan untuk menjaga Bali tetap harmonis antara alam, manusia dan kebudayaan ini.

Tentu sebagai generasi muda ke depan itu bagaimana secara konsisten melaksanakan sesuai dengan haluan ini, dengan strategi-strategi yang disesuaikan dengan kondisi nanti ke depannya.

Jadi paling tidak, kita sudah disediakan ini haluannya.

Kemudian kreatifitas, aktivitas ke depan kita jauh lebih gampang dan lebih terarah, dibandingkan tidak mempunyai arah dan tujuan yang jelas.

Dan ini saya kira adalah warisan dari generasi saat ini kepada generasi penerusnya untuk menjaga Bali. (mah)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved