Berita Klungkung

Jelang Berakhirnya Kepemimpinan Bupati Suwirta, Entrepreneur hingga Masalah Air Bersih Masih Jadi PR

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sudah harus mundur dari jabatannya pada awal November 2023 mendatang, karena maju ke Pileg Bali 2024.

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta seusai rapat paripurna di Kantor DPRD Klungkung, Senin (18/9/2023). 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta sudah harus mundur dari jabatannya pada awal November 2023 mendatang, karena maju ke Pileg Bali 2024.

Jelang akhir masa jabatannya, masih ada beberapa program yang menurutnya belum berjalan maksimal, dan menjadi "pekerjaan rumah" bagi pemimpin di Kabupaten Klungkung berikutnya.


Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta seusai menghadiri sidang paripurna di DPRD Klungkung mengatakan, masih ada beberapa program pada masa pemerintahannya yang belum optimal.

Baca juga: Klungkung Digelontor BKK Badung Rp72 Miliar, Perbaiki Jalan Sampai Jembatan di Nusa Penida

Misalnya program entrepreneur masuk desa.


"Entrepreneur masuk desa belum maksimal, karena memang saya lihat program ini baru berjalan pada tahun terakhir masa kepemimpinan saya," ungkap Suwirta.


Sehingga menurut Suwirta, masih banyak hal yang harus dievaluasi dalam program yang bermaksud untuk mencetak pengusaha di desa tersebut. 

Baca juga: Pengerjaan Lapangan Pau Asal-asalan, Kejari Klungkung Panggil Camat Banjarangkan!


"Program ini (entrepreneur masuk desa) sebenarnya sudah berjalan sejak sejak dulu, tapi realisasinya sebatas pelatihan saja."

"Sekarang kita anggarkan lagi Rp100 Juta untuk kumpulkan anak muda memiliki jiwa pengusaha. Saya tekankan sekarang, sebelum pelatihan harus ubah pola pikir mereka dulu. Konsep terbaru program ini sesuai pikiran saya baru berjalan sekali, belum terlihat hasilnya," tegas Suwirta.

Baca juga: Cerita Nelayan di Klungkung Sempat Kesulitan Beli Pertalite


Program lain yang masih menjadi sorotan Bupati Suwirta yakni 100-0-100 atau 100 persen air bersih, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen sanitasi.

Menurutnya Kabupaten Klungkung belum bisa tuntas menjalankan program dari pemerintah pusat tersebut.


"Air bersih saya akui di Klungkung belum 100 persen, tapi dalam beberapa tahun belakangan, banyak anggaran dari pemerintah pusat untuk kita menuju ke arah itu (100 persen air bersih). Kawasan kumuh, selesai satu, malah tumbuh kawasan kumuh lain," ungkap Suwirta.

Baca juga: Personel Polres Klungkung Dilatih Bongkar Pasang Senjata Api


Menurutnya program tersebut harus dituntaskan secara berkelanjuan, tidak bisa hanya sekali kepemimpinan seorang bupati.


"Pembangunan ini kan tidak bisa berhenti, nanti tentu bupati selanjutnya yang melanjutkan penuntasan masalah tersebut," jelas Suwirta.


Selain itu, Suwirta juga menyampaikan beberapa perkembangan di Kabupaten Klungkung berdasarkan data dari BPS (Badan Statistik Nasional).

Baca juga: Sebelum Tutup Usia, Mantan Bupati Klungkung Tjokorda Gde Ngurah Alami Sesak Nafas

Misalnya Klungkung menjadi wilayah dengan kenaikan investasi tertinggi selama tahun 2021-2022.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved