Kemiskinan di Bali

GIANYAR Disebut Jadi Penyumbang Kemiskinan Ekstrem, Pemkab Sebut karena Duktang! Simak Beritanya

Disebutkan bahwa, masyarakat yang terdata dalam kemiskinan ekstrem tersebut, merupakan penduduk pendatang yang tak berpenghasilan.

Wayan Eri Gunarta/Tribun Bali
Verifikasi dan validasi data kemiskinan ekstrem di Desa Sebatu, Tegallalang, oleh OPD Pemkab Gianyar. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Pemkab Gianyar buka suara terkait kemiskinan ekstrem yang terjadi.

Di mana berdasarkan rilis yang diterima Tribun Bali dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gianyar, Minggu 24 September 2023, mereka mengutip pernyataan Guru Besar Fakultas Ekonomi Pembangunan (FEB) Universitas Udayana, I Wayan Ramantha.

Disebutkan bahwa, masyarakat yang terdata dalam kemiskinan ekstrem tersebut, merupakan penduduk pendatang yang tak berpenghasilan.

Dalam rilis tersebut dituliskan bahwa, angka kemiskinan ekstrem, termasuk di Kabupaten Gianyar mesti dilihat dari berbagai dimensi.

Seperti penduduk asli, dan penduduk pendatang termasuk disabilitas dan gelandangan di pinggir jalan yang mencoba mengadu nasib ke Gianyar.

Juga penduduk usia produktif dan penduduk usia lanjut yang hidup sendiri.

Baca juga: KRONOLOGI Tuduhan Pelecehan Seksual Seret Jero Dasaran Alit, Ia Akan Lapor Balik ke Pihak Berwajib!

Baca juga: GIANYAR Masuk Jajaran Kemiskinan Ekstrem di Bali, Simak Pendapat PJ Gubernur Bali dan Mangku Pastika

Ilustrasi - Pemkab Gianyar buka suara terkait kemiskinan ekstrem yang terjadi.

Di mana berdasarkan rilis yang diterima Tribun Bali dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gianyar, Minggu 24 September 2023, mereka mengutip pernyataan Guru Besar Fakultas Ekonomi Pembangunan (FEB) Universitas Udayana, I Wayan Ramantha.

Disebutkan bahwa, masyarakat yang terdata dalam kemiskinan ekstrem tersebut, merupakan penduduk pendatang yang tak berpenghasilan.
Ilustrasi - Pemkab Gianyar buka suara terkait kemiskinan ekstrem yang terjadi. Di mana berdasarkan rilis yang diterima Tribun Bali dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Gianyar, Minggu 24 September 2023, mereka mengutip pernyataan Guru Besar Fakultas Ekonomi Pembangunan (FEB) Universitas Udayana, I Wayan Ramantha. Disebutkan bahwa, masyarakat yang terdata dalam kemiskinan ekstrem tersebut, merupakan penduduk pendatang yang tak berpenghasilan. (Pixabay)

 

Sebagai kabupaten dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), terbesar nomor 3 di Bali tahun 2022, yakni sebesar 78,39 persen, yang didukung oleh layanan kesehatan yang sangat baik.

Fasilitas pendidikan serta kesejahteraan masyarakatnya, menjadikan Kabupaten Gianyar sebagai tempat tujuan pendatang.

Namun mirisnya menurut Guru Besar Fakultas Ekonomi Pembangunan (FEB) Universitas Udayana I Wayan Ramantha, tidak semua pendatang akan membawa dampak baik bagi Kabupaten Gianyar.

Namun ada juga yang akan memberikan citra negatif jika para pendatang tidak berpenghasilan.

“Gianyar sangat sulit membatasi kedatangan penduduk pendatang yang tidak memiliki penghasilan.

Penduduk yang jenis inilah sebetulnya menjadi penyumbang dominan dari 1,38 persen kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gianyar,” ujar mantan Dekan FEB Unud periode 2008-2012 tersebut.

“Daerah seni ini, sangat sulit untuk menghindar dari serbuan mereka, termasuk disabilitas dan gelandangan di pinggir jalan yang mencoba mengadu nasib ke daerah yang terkenal ramah dengan krama tamiu (pendatang). Mereka semua menjadi kontributor utama kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gianyar,” sambungnya.

Dipaparkan Ramantha, kondisi serupa juga pernah dialami oleh Kota Denpasar pada tahun 2021.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved