Berita Bangli

Anggaran Bantuan Upasaksi Ngaben Massal 2024 Dirancang Rp 5 Miliar,Ini Kata Kabag Kesra Setda Bangli

Eddy mengakui ada beberapa masyarakat yang sempat menanyakan informasi ihwal bantuan program tersebut. Hanya saja untuk yang sudah mengajukan proposal

Muhammad Fredey/Tribun Bali
Kabag Kesra Setda Bangli, I Gede Eddy Hartawan. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Anggaran bantuan program upasaksi ngaben massal, di Bangli akan mengalami peningkatan pada tahun 2024. Sesuai rancangannya, anggaran program tersebut mencapai Rp 5 miliar. 


Kabag Kesra Setda Bangli, I Gede Eddy Hartawan, mengungkapkan anggaran bantuan program upasaksi pada tahun 2024 dirancang lebih besar dibandingkan tahun 2023. Sebab diperkirakan pada tahun 2024 pelaksanaan ngaben massal ada peningkatan. 


"Ngaben massal di desa-desa adat pelaksanaannya berkisar dua sampai tiga tahun sekali. Walaupun tidak dipungkiri ada yang melaksanakan tiap lima tahun sekali," ujarnya Senin (2/10/2023).

Baca juga: LOWONGAN PPPK Buleleng, Pendaftar Baru 371 Orang, Simak Beritanya!

Baca juga: KASUS BUGBUG! Tersangka Peragakan 28 Adegan, Polda Bali Gelar Rekonstruksi Perusakan Vila

Kabag Kesra Setda Bangli, I Gede Eddy Hartawan.
Kabag Kesra Setda Bangli, I Gede Eddy Hartawan. (Muhammad Fredey/Tribun Bali)


Anggaran bantuan program upasaksi ngaben massal tahun 2024 dirancang senilai Rp 5 miliar. Diakui anggaran tersebut murni perkiraan dari pemerintah. "Tidak menutup kemungkinan ada pengurangan nantinya, apabila ada program yang dinilai lebih prioritas," imbuh dia. 


Eddy mengakui ada beberapa masyarakat yang sempat menanyakan informasi ihwal bantuan program tersebut. Hanya saja untuk yang sudah mengajukan proposal formal belum ada.

"Pengajuan proposal permohonan ini kami terima sebelum hari pelaksanaan. Sebab program ini bukan seperti bantuan sosial, melainkan belanja upasaksi pengabenan massal. Maka sebelum hari H pelaksanaan bisa diajukan," jelasnya. 


Walaupun secara rancangan anggarannya bertambah, Eddy menegaskan jumlah nominal bantuannya tetap, yakni Rp 1 juta per sawa. Mengenai bantuan program upasaksi ngaben massal, Eddy menyebut program ini baru ada pada tahun 2022.

Mengingat pelaksanaan ngaben massal baru boleh dilaksanakan pasca pandemi Covid-19. "Karena pelaksanaan ngaben massal membludak, makanya saat itu (2022) anggarannya mencapai Rp 3,5 miliar," sebutnya. 


Sedangkan di tahun 2023 anggaran bantuan upasaksi ngaben massal Rp 2,1 miliar dan sudah terserap Rp 1,8 miliar. Diakui pada APBD perubahan tidak ada penambahan anggaran.

"Anggaran itu cukup sampai akhir tahun. Karena kalaupun ada pengajuan bantuan ngaben massal, hanya kumpulan dadia, sehingga tidak mencapai ratusan sawa," ujarnya. (*)

 

 


Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved