Berita Klungkung

Kisah Warga Klungkung Cari Air Bersih di Sumur Tua Pura Beji Saat Musim Kemarau di Bali

Tidak hanya Wayan Dana, beberapa warga lainnya juga datang ke Pura Beji itu sembari membawa galon, ember dan jerigen untuk wadah air.

Istimewa
 Warga mencari air bersih di sumur tua yang lokasinya berada di perbatasan Desa Dawan Kaler dan Desa Besan, Klungkung. 

TRIBUN-BALI.COM - Musim kemarau ini, membuat warga di beberapa wilayah di Klungkung kesulitan air bersih. Seperti beberapa warga di Desa Dawan Kaler yang memilih mencari air bersih di sumur tua Pura Beji untuk memenuhi kebutuhan memasak, hingga mandi.

I Wayan Dana (55) sengaja datang ke Pura Beji, yang berlokasi di perbatasan Desa Dawan Kaler dan Desa Besan untuk mencari air bersih. Ia berlahan menuruni anak tangga, sembari membawa jerigen yang akan digunakannya untuk mencari air bersih.

Tidak hanya Wayan Dana, beberapa warga lainnya juga datang ke Pura Beji itu sembari membawa galon, ember dan jerigen untuk wadah air.

Di Pura Beji tersebut, terdapat sumur tua yang selama ini menjadi sumber air bersih bagi warga sekitar. Terlebih disaat musim kemarau saat ini, debit air PAM mengecil.

Baca juga: Antrean Kendaraan Untuk Isi Bahan Bakar di Nusa Penida, Tidak Ada Pengiriman BBM Selama 2 Hari

Baca juga: Tak Kuat Nanjak, Truk Muat Triplek Mogok Di Tanjakan Samsam

Ilustrasi air bersih - Tidak hanya Wayan Dana, beberapa warga lainnya juga datang ke Pura Beji itu sembari membawa galon, ember dan jerigen untuk wadah air.

Di Pura Beji tersebut, terdapat sumur tua yang selama ini menjadi sumber air bersih bagi warga sekitar. Terlebih disaat musim kemarau saat ini, debit air PAM mengecil.
Ilustrasi air bersih - Tidak hanya Wayan Dana, beberapa warga lainnya juga datang ke Pura Beji itu sembari membawa galon, ember dan jerigen untuk wadah air. Di Pura Beji tersebut, terdapat sumur tua yang selama ini menjadi sumber air bersih bagi warga sekitar. Terlebih disaat musim kemarau saat ini, debit air PAM mengecil. (Manuel Darío Fuentes Hernández from Pixabay)

 

"Saya ke sini cari air bersih untuk dibawa pulang, dipakai masak, dan kebutuhan lainnya," ujar Wayan Dana, Selasa (3/10/2023).

Sumur tua itu berada persis di depan Pura Beji, untuk mendapatkan air warga harus menggunakan cara manual manual dengan timba.

"Biasanya warga langsung mandi juga, karena ada permandian, tinggal timba air masukkan ke bak mandinya langsung mandi di sini jadi tidak perlu mandi di rumah,” ungkap Wayan Dana.

Wayan Dana tidak mengetahui secara pasti sejak kapan sumur tua itu dibuat. Namun seingatnya, saat dirinya masih kecil sumur tua di Pura Beji itu sudah ada.

Wayan Dana juga merasa sangat bersykur, dengan keberadaan sumur tua tersebut. Sehingga walaupun musim kering, warga masih aman untuk kebutuhan air bersih kendati pun harus mencari jauh ke tempat ini.

 Warga mencari air bersih di sumur tua yang lokasinya berada di perbatasan Desa Dawan Kaler dan Desa Besan, Klungkung.
 Warga mencari air bersih di sumur tua yang lokasinya berada di perbatasan Desa Dawan Kaler dan Desa Besan, Klungkung. (Istimewa)

"Airnya sangat segar. Bahkan kalau warga di sini, air ini langsung diminum," ungkap Wayan Dana.

Perbekel Dawan Kaler, I Kadek Sudarmawa mengatakan, meskipun saat in kemarau, namun jaringan air bersih dari Perumda Air Minum Klungkung masih mengalir.

Walaupun diakuinya debitnya mengecil, karena sumber dari dari sumur bor juga debitnya turun.

Beruntung di Desa Dawan Kaler juga ada beberapa sumur dalam, yang dimanfaatkan warganya untuk mendapatkan air bersih.

"Semoga saja masih bisa bertahan terus menerus (sumur dalam), karena saat ini masyarakat banyak yang membuat sumur bor sendiri, yang rawan membuat sumur dalam yang ada secara alami mengering,” ujarnya. (*)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved