I Made Subandi Meninggal Dunia
Profil dan Sosok Mendiang Maestro Kerawitan I Made Subandi, Dikenal Ceria dan Tak Pelit Ilmu
Berikut ini adalah profil singkat dari Maestro Kerawaitan Bali I Made Subandi yang meninggal dunia pada Senin 17 Oktober 2023 malam.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: I Putu Juniadhy Eka Putra
"Tiba-tiba jatuh. Sempat digigitkan sendok. Karena tidak kunjung membaik, lalu dibawa ke RS Primagana," ujarnya.

Adik sepupu mendiang, Jero Mangku Gede alias Dedy Tompel mengatakan, menurut dokter di rumah sakit, kakaknya tersebut sudah meninggal dalam perjalanan.
"Kata dokter, sudah meninggal di perjalanan. Karena saat tiba di rumah sakit, kelopak mata melebar dan tubuhnya dingin. Belum bisa dipastikan penyebab kematiannya, tapi diperkirakan serangan jantung," ujar Maestro Lawak Bali tersebut.
Profil I Made Subandi
Dilansir Tribun-Bali dari Wikipedia, I Made Subandi lahir pada bulan Februari 1966.
Ia adalah seorang komposer dan pemain gamelan dari Gianyar, Bali.
Ia belajar dengan ayahnya, penabuh genderang dan pemain wayang gender I Made Dig.
Komposisi Subandi antara lain Bajramusti (1997).
Baca juga: Sosok Maestro Lukis I Dewa Nyoman Batuan Diabadikan dalam Biografi Visual dan Film Dokumenter
Pada tahun 1999, selama residensinya dengan Gamelan Sekar Jaya, ia menggubah soundtrack untuk film bisu Legong: Dance of the Virgins tahun 1933 bersama komposer Amerika Richard Marriott, yang dibuat untuk gamelan Bali, kuartet gesek, terompet, dan klarinet.
Ia juga pernah berkolaborasi dengan trio Belanda Boi Akih dan ansambel Amerika Club Foot Orchestra.
Subandi terkenal karena eksperimennya. Michael Tenzer menggambarkannya sebagai salah satu dari sedikit komposer yang "telah mencapai terobosan mendasar dan sadar diri dengan bentuk tabuh kreasi di masa lalu".
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.