Berita Bali

Kerjasama dengan UMKM dan Komunitas Jadi Kunci Eksisnya Sektor Tekstil Meski Sempat Hadapi Pandemi

Presiden Direktur Nirwana Textile mengatakan brand-brand besar yang menjadi langganannya sempat mengalami penurunan karena penjualan e-commerce

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Alex Ferdian Santoso, Presiden Direktur Nirwana Textile saat diwawancarai pada saat grand opening NIrwana Textile di Denpasar - Kerjasama dengan UMKM dan Komunitas Jadi Kunci Eksisnya Sektor Tekstil Meski Sempat Hadapi Pandemi 

Melihat pangsa pasar yang menggiurkan dan juga pelanggan sebelumnya banyak dari Bali, sehingga Alex memilih membuka outlet di Pulau Dewata.

Meski, diketahui persaingan tekstil sangat ketat terlebih soal harga dan banjirnya barang impor.

Dikatakan, kalau tidak ingin bersaing dengan harga, harus menonjolkan kualitas lebih baik dengan harga wajar.

Kain yang diproduksi harus ada nilai lebihnya. Misalnya buat kaos harus bersih tidak ada bulunya atau buat kain yang anti panas.

"Itu di tempat lain tidak ada. Kami buat jenis kaos anti bakteri dan bau tempat lain tidak ada. Itu langsung kerja sama dengan orang-orang teknikal bekerja sama orang-orang skala internasional. Kami ingin dekat dengan UMKM lokal di sini," jelas pria asal Bandung ini saat ditemui Nirwana Fabric Outlet Jalan Imam Bonjol, Denpasar.

Setiap produk yang tersaji di outlet ini adalah hasil dari perpaduan ide brilian, keterampilan unggul, dan teknologi inovatif.

Jenis-jenis kain unggulan seperti Cotton Combed Bio Wash, Cotton Combed Supersoft, Cotton Japan Aloe, Cotton Australia Coolbreeze, dan Cotton Fleece, hanya merupakan sebagian kecil dari ragam produk yang ditawarkan.

Di outlet ini, terdapat berbagai pilihan lain yang juga akan memenuhi kebutuhan tekstil Anda.

Selain itu, Nirwana Fabric Outlet juga memiliki aplikasi sehingga pelanggan tidak perlu datang jika ingin mencari kain tertentu.

Sebab, dari jenis kain, harga hingga stok ditampilkan.

Alex berharap Nirwana bisa mendukung UMKM di Bali karena banyak pengusaha konveksi dan toko oleh-oleh.

Membandingkan dengan bisnis tekstil di Pulau Jawa, di Bali masih sehat dan bisa memproduksi barang-barang yang berkualitas untuk mendukung UMKM konveksi berkualitas.

“Harapannya kalau di Jawa UMKM banyak produk ilegal dari mancanegara. Situasi di Bali agak berbeda dan keberaaan kami bisa mengupgrade supaya produk lokal semakin dicintai karena kualitasnya bagus," tutupnya.

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved