Berita Bali

Pesona Gaun Sang Hyang Dedari Dari Olahan Sampah Bekas di SMA Dharma Praja 

Pihak sekolah mewajibkan siswa agar menggunakan barang bekas untuk pembuatan gaun. Hal ini bertujuan agar para siswa kreatif mengolah barang bekas

Istimewa
BARANG BEKAS - Ni Komang Mega Tri Utari menampilkan gaun bertema Sang Hyang Dedari pada lomba busana berbahan barang bekas pada acara Bulan Bahasa SMA Dharma Praja di Jalan Gatot Subroto No 376 Denpasar, Jumat (27/10).   

TRIBUN-BALI.COM - Lenggak-lenggok model di acara Bulan Bahasa SMA Dharma Praja tampak menghiasi aula sekolah yang berlokasi di Jalan Gatot Subroto No 376 Denpasar, Jumat (27/10). Model-model tersebut merupakan siswa-siswi SMA Dharma Praja. Uniknya gaun yang model gunakan berasal dari barang bekas, seperti plastik dan karung bekas.

Pihak sekolah mewajibkan siswa agar menggunakan barang bekas untuk pembuatan gaun. Hal ini bertujuan agar para siswa kreatif untuk mengolah barang bekas. Tema gaun yang digunakan model ini salah satunya adalah Sang Hyang Dedari yang diangkat oleh siswa kelas XII IPS 2 Dharma Praja.

I Komang Surya (18) salah satu siswa yang menggagas tema Sang Hyang Dedari dari kelas XII IPS 2 mengatakan gaun tersebut terbuat dari kertas yang sudah tak terpakai, kardus, bambu, karung bekas dan kain bekas.

Baca juga: Bank BRI Regional Office Denpasar Salurkan Rp 750 Juta Dana Beasiswa, Majukan Pendidikan Indonesia

Baca juga: Penerbangan Bandara Ngurah Rai Kini Terhubung dengan Bandara Kertajati Majalengka

“Lama pembuatannya (gaun model dari barang bekas) kurang lebih satu minggu. Yang terlibat untuk pembuatan busana itu seluruh siswa kelas XII IPS 2,” kata Surya, Sabtu (28/10).

Surya mengatakan, barang bekas mereka dapat dari buku-buku siswa yang sudah tidak dipakai dan dari tempat rongsokan barang bekas. Dengan membawa tema Sang Hyang Dedari kelas XII IPS 2 mendapatkan juara 2.

Sementara itu, model yang menggunakan gaun Sang Hyang Dedari, Ni Komang Mega Tri Utari mengatakan, sangat senang dapat menggunakan gaun yang indah berbahan dasar barang bekas. Dikatakan Mega, bagian sayap di gaun Sang Hyang Dedari yang membuat gaun agak berat digunakan. Kendati demikian, Mega pun tetap merasa semangat menggunakan gaun Sang Hyang Dedari.

“Keren, meskipun dari barang bekas, tapi gaunnya indah. Ini pertama kalinya saya memperagakan gaun dari barang bekas,” ucap Mega.

Wali Kelas XII IPS 02, Kompyang Sri Wahyuningsih mengatakan, pihaknya sangat bangga dengan siswanya. Gaun yang telah dibuat pun, katanya, melebihi ekspektasi karena barang bekas itu biasanya diabaikan. Kemudian di tangan siswa diolah dan dibentuk menjadi indah, serta menarik. Dalam hal ini guru terlibat pada pemberian ide, masukan dan arahan.

“Pengembangan pola pikir dan imajinasi dan daya kreativitasnya luar biasa. Itu benar-benar keren. Gaunnya masih ada di rumah perwakilan siswa, nanti akan dipilih terbaik 2 atau 3 untuk dipajang sekolah,” kata Wahyuningsih. (sar)

 
 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved