Berita Bali

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di Provinsi Bali, Karangasem dan Buleleng Urutan Teratas

Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar beberapa waktu lalu mengeluarkan Peringatan Dini Kekeringan Provinsi

Istimewa
BPBD Karangasem mendistribusikan air bersih ke cubang umum di Br. Tianyar Timur, Kecamatan Kubu, Karangasem, Bali, Rabu (25/10/2023). 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar beberapa waktu lalu mengeluarkan Peringatan Dini Kekeringan Provinsi Bali.


Dari data tersebut terdapat tujuh Kabupaten/Kota di Provinsi Bali yang tidak hujan berturut-turut lebih dari 30 hari.


Ketujuh daerah itu yakni: Kabupaten Buleleng (Buleleng, Gerokgak, Kubutambahan, Sawan, Seririt, Tejakula); Kabupaten Jembrana (Melaya, Pekutatan, Mendoyo); Kabupaten Tabanan (Kediri, Penebel, Kerambitan); Kabupaten Bangli (Bangli, Kintamani); Kabupaten Karangasem (Abang, Bebandem, Karangasem, Kubu); Kabupaten Badung (Kuta, Kuta Utara, Kuta Selatan); Kabupaten Klungkung (Dawan, Nusa Penida); dan Kota Denpasar (Denpasar Timur, Denpasar barat, Denpasar Selatan).

Baca juga: Wilayah Krisis Air Bersih di Jembrana Terus Meluas, BPBD Catat 13 Titik Terdampak Kekeringan


“Data Peringatan Dini Kekeringan Provinsi Bali diupdate atau diperbaharui per tanggal 20 Oktober 2023 lalu. Informasi ini di update setiap 10 hari, Nanti tanggal 1 November diupdate lagi,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar, I Nyoman Gede Wiryajaya pada Senin 30 Oktober 2023.


Wirya menambahkan dari 7 Kabupaten/Kota yang masuk pada Peringatan Dini Kekeringan Provinsi Bali terdapat dua Kabupaten urutan teratas yang mengalami kekeringan ekstrem.

Baca juga: Kota Denpasar Berstatus Awas Kekeringan, Petugas Pengamat Hama dan Penyakit Diterjunkan


Dua Kabupaten itu yakni Kabupaten Karangasem dengan tidak ada hujan selama 110 hari (wilayah Kubu), Kabupaten Buleleng dengan tidak ada hujan selama 109 hari (wilayah Kubutambahan), dan Kabupaten Buleleng dengan tidak ada hujan selama 104 hari (wilayah Gerokgak).


Wirya lebih lanjut mengatakan sebelum masuk musim hujan, biasa ada hujan namun dengan intensitas ringan tapi belum masuk dalam kriteria musim hujan.


Dan kriteria masuk Musim hujan yakni apabila curah hujan dalam satu dasarian 50 mm dan diikuti oleh dua dasarian berikutnya.

Baca juga: Bendungan Palasari Menyusut, Ratusan Hektare Terdampak Kekeringan

Sebanyak 12 Zona Musim (ZOM), awal musim hujan diprakirakan terjadi pada November dasarian II hingga III, meliputi wilayah Sebagian  besar Jembrana, Jembrana bagian utara dan Buleleng bagian tengah, Jembrana bagian timur dan Tabanan bagian barat, Buleleng bagian selatan, Tabanan bagian utara, Badung bagian utara, Gianyar bagian utara dan Bangli bagian tengah, Buleleng bagian tengah dan selatan, Tabanan bagian utara dan Badung bagian utara, Bangli bagian utara dan tengah, Karangasem bagian barat dan Buleleng bagian tenggara, Bangli bagian utara dan timur, Karangasem bagian barat dan Bangli bagian selatan, Tabanan bagian tengah, Badung bagian tengah dan Gianyar bagian tengah, Tabanan bagian tengah, Gianyar bagian selatan dan Badung bagian tengah, Bangli bagian selatan, Karangasem bagian selatan dan Klungkung bagian utara.

Sebanyak 8 ZOM, awal musim hujan diprakirakan terjadi pada Desember dasarian I – III, meliputi wilayah Jembrana bagian barat dan Buleleng bagian barat, Buleleng bagian utara, Bangli bagian utara dan timur, Karangasem bagian utara, Karangasem bagian timur, Karengasem bagian tengah, Gianyar bagian selatan, klungkung bagian selatan dan Karangasem bagian selatan, Badung bagian selatan, Gianyar bagian selatan, Tabanan bagian selatan dan Kota Denpasar dan Pulau Nusa Penida.


“Apabila dibandingkan dengan rata - rata awal musim hujan periode 1991 hingga 2020, sebanyak 2 ZOM diprakirakan sama dengan rata-ratanya dan sebanyak 18 ZOM di Bali diprakirakan Mundur (lebih lambat) dari rata - ratanya,” ungkap Wirya.

Dan sebanyak 20 ZOM, sifat hujan musim Hujan 2023/2024 diprakirakan Normal di seluruh wilayah Provinsi Bali.


Sementara untuk prakiraan puncak Musim Hujan 2023/2024 pada 20 Zona Musim di Bali, diprakirakan umumnya berkisar terjadi pada bulan Januari 2024 mendatang.(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved