Berita Jembrana
Bendungan Palasari Menyusut, Ratusan Hektare Terdampak Kekeringan
Musim kemarau diperparah dengan fenomena El Nino mengakibatkan dampak yang serius.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Musim kemarau diperparah dengan fenomena El Nino mengakibatkan dampak yang serius.
Terbaru, juga mengakibatkan air di Bendungan Palasari, Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Jembrana menyusut cukup drastis namun masih diklaim aman.
Penyusutan tersebut berdampak pada delapan subak lahan pertanian di sekitar bendungan dengan total 569,17 hektare.
Baca juga: Pemkab Jembrana Gelar Upacara Melabuh Gentuh Uncal Balung di Pantai Taman Ujung Perancak
Menurut data yang diperoleh, bendungan tersebut memiliki tinggi 38,8 meter, luas genangan 100 hektare, volume air 8 juta meter kubik serta luasan daerah irigasi 1.300 hekatre. Sementara panjang puncak bendungan 350 meter.
"Iya memang mengalami penurunan debit. Tapi masih titik aman, polanya masih berjalan meskipun debitnya berkurang," ungkap Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPRPKP Jembrana, I Gde Sugianta saat dikonfirmasi, Senin 2 Oktober 2023.
Baca juga: Seorang Nenek Jatuh ke Sumur, Tim SAR Lakukan Evakuasi di Jembrana
Dia melanjutkan, banyak faktor yang menyebabkan penurunan debit air drastis di Bendungan Palasari tersebut.
Di antaranya faktor cuaca yang diperparah oleh fenomena El Nino. Namun, dampak penurunan fungsi hutan atau penebangan liar baru dirasakan saat ini.
"Jika setiap tahun seperti ini (ada penebangan pohon) bakal habis air kita, apalagi sekarang musimnya tak menentu secara global," jelasnya.
Baca juga: Diduga Lakukan Pencabulan Anak 12 Tahun, Kakek 60 Tahun di Jembrana Akhirnya Ditetapkan Tersangka
Ke depannya, pihaknya bakal berkoordinasi dengan BWS Bali Penida serta pengelola hutan di sekitar bendungan untuk antisipasi hal sama di kemudian hari. Yang terpenting, mari jaga lingkungan sumber air di kawasan hulu.
"Tentunya harus diantisipasi," tandasnya.
Sementara itu, Kabid Pertanian, Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Komang Ngurah Arya Kusuma mengakui, kekeringan fenomena El Nino yang terjadi termasuk penyusutan Bendungan Palasari berdampak ke lahan pertanian.
Baca juga: Seekor Anjing Dievakuasi Petugas Damkar, Berdiam Diri di Toilet Kantor Diskominfo Jembrana
Kondisi saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya ketersediaan air mencukupi sesuai pola tanam.
"Ada 8 subak yang terdampak. Jika sebelumnya masih aman sesuai pola tanam. Tapi saat ini tahun ini tidak mencukupi dampak dari fenomena El Nino," jelasnya.
Dari 8 subak, kata dia, total ada 569,17 hektare yang terdampak. Dari jumlah tersebut, hampir seluruhnya menunggu ketersediaan air. Namun sebagian kecil ada petani yang mencoba untuk menanam palawija.
Baca juga: Hajar dan Ancam Sepupu, Warga Jembrana Berakhir Damai
"Khusus tanaman padi, ada sekitar 213 hektare tanaman padi yang terdampak. Tapi, kondisinya masih baik dan segera panen dua minggu ke depan," ungkapnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.