Berita Klungkung

Warga Nusa Penida Resah, Tanaman Jagung hingga Pisang Rusak Diserang Gerombolan Kera

Warga di Dusun Kelemahan, Desa Suana mengeluh, karena pertanian dan perkebunan mereka dirusak oleh kera.

Tribun Bali/Net
Ilustrasi Kera Liar - Warga Nusa Penida Resah, Tanaman Jagung hingga Pisang Rusak Diserang Gerombolan Kera 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Warga di Dusun Kelemahan, Desa Suana mengeluh, karena pertanian dan perkebunan mereka dirusak oleh kera.

Mulai dari tanaman jagung, hingga kelapa diserang gerombolan kera, hingga warga setempat mengalami kerugian material.


Camat Nusa Penida Kadek Yoga Kusuma mengatakan, serangan hama kera ke warga setempat terjadi semenjak musim kemarau berkepanjangan di Nusa Penida beberapa waktu lalu.

Baca juga: Tiga Warga Meninggal, Klungkung Belum Gunakan Metode Wolbachia Untuk Kendalikan Demam Berdarah


Tidak kunjung turunya hujan, membuat situasi di kawasan perbukitan kering dan membuat tumbuhan tidak berbuah.

Hal ini membuat kera-kera ini kehabisan sumber makanan di habitat aslinya.


"Turunnya kera-kera ke perkebunan warga ini, kemungkinan karena kehabisan sumber makanan di habitatnya," ujar Kadek Yoga Kusuma, Jumat (17/11/2013).

Baca juga: 624 Kasus Sepanjang 2023, Klungkung Belum Gunakan Metode Wolbachia untuk Kendalikan Demam Berdarah


Kera-kera itu menjadi hama bagi warga setempat. Kebun warga menjadi sasaran dari gerombolan kera tersebut.

Hasil pertanian dan perkebunan seperti jagung, pisang, hingga kelapa semua dirusak kera. 


Tidak banyak yang bisa diperbuat warga, selain mengusir kera itu dengan alat seadanya.

Itupun warga tidak bisa menjaga kebunnya sepanjang waktu. Ketika warga tidak berada di kebunnya, kera-kera kerap kembali untuk menyantap hasil kebun.

Baca juga: Perbekel Klungkung Bersuara Soal TPS3R, Biaya Operasional Tinggi, Mesin Tak Cukup Kelola Sampah


"Kondisi ini secara tidak langsung membuat warga mengalami kerugian materiil juga. Warga sudah sempat menyampaikan masalah ini ke Plt Bupati Made Kasta," jelas Made Yoga Kusuma.


Dari keluhan warga itu, rencanya akan dilakukan upaya sekala dan niskala untuk mengatasi hama kera ini.

Upaya niskala, yakni dengan menggelar ritual tertentu agar kera bisa kembali mencari makan ke habitatnya. 


"Masalah ini juga dibahas oleh Dinas Pertanian, agar ada solusi untuk mengatasi hama kera yang dikeluhkan warga ini," ungkap Made Yoga Kusuma. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved