Berita Buleleng
Progres Shortcut Titik 7D dan 7E Capai 20 Persen, Ada Keluhan Jalan Licin Hingga Air Terjun Keruh
Progres Shortcut Titik 7D dan 7E Capai 20 Persen, Ada Keluhan Jalan Licin Hingga Air Terjun Keruh
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Fenty Lilian Ariani
Selain itu pihaknya juga menyiagakan tenaga kerja lima hingga 10 orang, agar material yang tumpah ke jalan dapat langsung dibersihkan.
"Water tanker bisa digunakan untuk membersihkan jalan setelah hujan reda. Kalau pas lagi hujan, sudah ada beberapa petugas yang standby langsung membersihkan materialnya sehingga pengendara dapat melintas dengan aman," terangnya.
Selain keluhan jalan licin, Yoni juga tidak menampik pengelola wisata air terjun yang ada di wilayah Gitgit juga mengeluh lantaran air menjadi keruh.
Pihaknya akan mencoba menangani permasalahan ini dengan memasang check dum.
"Kami juga berencana memasang matras penguatan ditanami pohon supaya tidak ada erosi. Kami juga akan lakukan pengecekan kualitas air," katanya.
Keluhan ini juga dibenarkan oleh Perbekel Desa Gitgit Putu Arcana.
Dirinya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak pelaksana proyek, agar sebelum hujan turun luapan material segera diantisipasi.
Terlebih pada pengerjaan titik 7E, limbahnya menuju ke Air Terjun Campuhan serta beberapa air terjun lainnya.
Baca juga: Tiga Tahun Nganggur Akibat Rusak, Tiga Bendung di Bangli Akhirnya Diperbaiki
"Air terjun jadi coklat dampak penggalian di titik 7. Kami sudah minta agar diantisipasi seminim mungkin agar. Kalau menghilangkan total tidak mungkin, pasti ada material yang hanyut," ungkapnya.
Ditambahkan Arcana saat musim kemarau, beberapa siswa di SDN 3 Gitgit juga sempat terganggu lantaran adanya debu, dampak dari pembangunan shortcut.
Pihak pelaksana proyek kata dia sudah mengantisipasi dengan memberikan bantuan masker.
"Kami sudah minta agar dampak-dampak yang bisa merugikan masyarakat umum bisa diminimalisir," tandasnya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.