Berita Jembrana
8 Peristiwa Mamalia Laut Terdampar di Jembrana, Satu Berhasil Selamat karena Evakuasi Warga
Sedikitnya ada 8 peristiwa mamalia terdampar, namun satu di antaranya berhasil berhasil selamat karena sempat ditolong warga setempat.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Fenomena mamalia laut terdampar di pesisir Kabupaten Jembrana selama 2023.
Sedikitnya ada 8 peristiwa mamalia terdampar, namun satu di antaranya berhasil berhasil selamat karena sempat ditolong warga setempat.
Jumlah ini justru jauh dari peristiwa yang terjadi di 2022 lalu. Diduga, mereka diduga sakit dan terseret arus saat mencari makanan di pinggir.
Baca juga: Antisipasi Peristiwa Terseret Arus Kembali Terjadi Jembrana, Minimal Bawa Pelampung Sendiri
Menurut data yang berhasil diperoleh, dalam kurun waktu 2023 ini sedikitnya ada delapan peristiwa mamalia terdampar. Satu berhasil selamat karena dibantu didorong oleh warga setempat.
Rinciannya, pada 8 April 2023 paus sperma mati di Pantai Yeh Leh Pekutatan. 27 April 2023 lumba-lumba mati di Pantai Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.
Baca juga: Korban Terseret Arus di Pantai Pengeragoan Jembrana Ditemukan Meninggal Dunia
Selanjutnya, 30 Mei 2023 lumba-lumba terdampar mati di Pantai Cupel, Kecamatan Negara. 29 September 2023 Hiu Paus terdampar mati di Pantai Yeh Kuning, Desa/Kecamatan Pekutatan.
Kemudian, 15 Oktober 2023 Hiu Paus mati di Pantai Yeh Kuning Desa/Kecamatan Pekutatan dn 2 November 2023 Hiu Paus terdampar mati di Pantai Yeh Kuning, Desa/Kecamatan Pekutatan. Terakhir, 23 Desember 2023 Paus Sperma terdampar mati di Pantai Yeh Embang, Kecamatan Mendoyo.
Sementara itu, 27 November 2023 Hiu Paus di Pantai Yeh Kuning Pekutatan tetapi sempat ditolong oleh warga setempat sehingga berhasil kembali ke laut.
Baca juga: Ketersediaan Makanan Hiu Paus Diduga Melimpah di Kawasan Pantai Pekutatan, Dugaan Awal Karena Sakit
Namun sebaliknya, pada tahun sebelumnya atau di tahun 2022 justru hanya terjadi satu kasus saja. Hanya satu ekor mamalia terdampar mati jenis paus kepala melon di Pantai Ketapang, Desa Pengambengqn, Kecamatan Negara, pada 16 September 2022.
"Kasusnya justru jauh melonjak dari tahun lalu. Ada beberapa faktor penyebabnya," kata Koordinator Satker PSDKP Jembrana, Andri Purna Jatmiko saat dikonfirmasi, Senin 25 Desember 2023.
Andri melanjutkan, dari delapan peristiwa yang terjadi di pesisir Jembrana, satu diantaranya berhasil selamat berkat bantuan evakuasi warga sekitar. Sehingga, berhasil kembali berenang ke laut.
Baca juga: Lumba-lumba Ditemukan Mati Dengan Kondisi Membusuk di Pantai Cupel Jembrana Bali
"Satu berhasil selamat," ungkapnya.
Disingung mengenai penyebabnya, Andri menyebutkan ada beberapa faktor penyebabnya. Beberapa faktor di antaranya diduga karena sakit dan juga terseret ombak pada saat mencari makan kemudian terdampar lalu mati.
"Ada banyak faktor. Dugaannya seperti sakit dan terseret ombak pada saat mencari makanannya terlalu dipinggir," tandasnya. (*)
Berita lainnya di Mamalia Laut
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.