Berita Jembrana
Warga Banjar Ngoneng Jembrana Tanam 55 Pohon Cempaka di Pinggir Jalan
Sebanyak 55 pohon cempaka ditanam di pinggir jalan Banjar Ngoneng, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Minggu 14 Januari 2024.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Sebanyak 55 pohon cempaka ditanam di pinggir jalan Banjar Ngoneng, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Minggu 14 Januari 2024.
Adalah upaya penghijauan yang dilakukan mulai dari tingkat Banjar.
Diharapkan, ini menjadi ajang perbaikan lingkungan juga berupaya menciptakan kondisi lahan kosong semakin sejuk dan asri.
Baca juga: Buntut Kasus Pertama Positif Rabies di Jembrana, Petugas Gelar Vaksinasi Lanjutan, 231 HPR Tervaksin
Babinsa Mendoyo Dauh Tukad, Serda Suwardi mengatakan, satu per satu bibit pohon jenis cempaka ditanam di sepanjang jalan wilayah setempat.
Total ada 55 pohon cempaka yang ditanam sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan.
"Kegiatannya melibatkan warga secara gotong royong. Harapannya juga nanti dijaga dan dirawat secara bersama-sama," kata Serda Suwardi saat dikonfirmasi, Minggu 14 Januari 2024.
Baca juga: Terbukti Lakukan Pungli Jembatan Timbang Cekik Jembrana, Nurbawa dan Suputra Divonis Bui 1 Tahun
Menurutnya, selain merupakan program dari pemerintah, juga dalam rangka mewujudkan kepedulian dan kesungguhan untuk ikut bersama-sama pemerintah daerah dan berperan serta dalam mewujudkan keseimbangan alam tanpa menimbulkan kerusakan lingkungan baru.
Sehingga nantinya dapat meningkatkan kualitas udara sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat.
Momen menanam sama juga menabung untuk hari depan. Pohon yang sudah ditanam sekarang, suatu saat nanti kalau sudah besar dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama masyarakat, sehingga diharapkan penanaman pohon ini sebagai upaya dalam memperbaharui alam dalam menciptakan udara yang bersih.
Baca juga: 6 Jabatan Eselon IIB Jembrana Lowong, 2 Masih Proses Lelang Jabatan, 4 Sisanya Menunggu Kabar
"Saat ini banyak disebutkan kita juga terdampak akibat penebangan kayu tanpa memperhatikan keseimbangan lingkungan, membuat panas global bumi semakin meningkat dan mengakibatkan erosinya tanah," ungkapnya.
"Juga sebagai upaya perbaikan lingkungan, juga membuat kondisi lahan kosong semakin sejuk dan asri kedepannya," tandasnya. (*)
Lima Rumah Warga Jembrana Diterjang Gelombang Tinggi, Dua KK Mengungsi |
![]() |
---|
50 Orang Jadi Korban, Sayu Putu Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rp 1,5 Miliar Lebih |
![]() |
---|
Antrian Mengular hingga Masjid Gilimanuk, Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Hampir 2 Jam |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Hampir Dua Jam, Kendaraan Mengular Hingga 1 Kilometer |
![]() |
---|
EKS Mantri Bank Tersangka Dugaan Korupsi Rp1,5 M Lebih, Sayu Gelapkan Saldo Nasabah & Kredit Fiktif |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.