Berita Buleleng

Dua Nyawa Melayang di Buleleng, Polisi Belum Bisa Pastikan Penyebab Kecelakaan Gede Sutayasa

Dua Nyawa Melayang di Buleleng, Polisi Belum Bisa Pastikan Penyebab Kecelakaan Gede Sutayasa

|
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Aloisius H Manggol
Istimewa
Dua Nyawa Melayang di Buleleng, Polisi Belum Bisa Pastikan Penyebab Kecelakaan Gede Sutayasa 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Insiden kecelakaan tunggal terjadi di Jalur Singaraja-Sudaji Kilometer 8.700, tepatnya di Banjar Dinas Tengah, Desa Sinabun, Kecamatan Sawan, Buleleng, Minggu (14/1) sekitar pukul 07.00 Wita.

Korban dalam kecelakaaan tunggal itu adalah Gede Sutayasa (33), korban tewas seketika tewas di lokasi kejadian akibat menabrak tiang telepon.

Kapolsek Sawan AKP Dewa Putu Sudiasa mengatakan, kecelakaan itu berawal saat Sutayasa mengendarai motor DK 6036 EW seorang diri.

Baca juga: Begini Nasib Bayi 3 Tahun yang Selamat saat Kecelakaan di Kintamani, Ayah Ibu Tewas di Tempat

Ia melaju dari arah utara menuju ke selatan,  saat melintas di TKP, kecelakaan terjadi saat motor korban tiba-tiba oleng hingga menabrak tiang telepon yang ada di sebelah kiri jalan. 

Pasca kecelakaan, beberapa warga Desa Sinabun, Kecamatan Sawan menemukan korban telah terkapar di sebuah parit, tak jauh dari TKP.

Ia mengalami benjol pada bagian kepala, luka terbuka pada dahi dan bibir. 

Polisi kemudian membawanya ke RSUD Buleleng, namun sayang setibanya di rumah sakit, pria asal Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Buleleng itu dinyatakan telah meninggal dunia. 

Baca juga: Kembali ke Pelukan Persebaya, Carlos Fortes Resmi Tinggalkan PSIS Semarang? Sosok ini juga Pergi

AKP Sudiasa mengaku masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan ini.

"Masih diselidiki penyebab kecelakaan. Kami juga belum bisa memastikan apakah saat berkendara itu korban dalam keadaan mabuk atau tidak," terangnya. 

Selain itu, kecelakaan juga menimpa pasutri asal Belanda di Jalur Singaraja-Buleleng Kilometer 26,2 tepatnya di Desa Banjarasem, Kecamatan Seririt, Buleleng.

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika mengatakan, kecelakaan yang menewaskan pasutri Marinus Roobol (51) dan istrinya Mirabel Nuis (50) itu terjadi pada Sabtu (13/1) siang.

Keduanya kala itu menunggangi motor DK 4613 VV, dengan melaju dari arah timur menuju ke barat.

Saat tiba di lokasi kejadian, kedua korban berniat untuk menyalip kendaraan yang ada di depannya, dengan mengambil haluan terlalu ke kanan.

Apesnya dari arah berlawanan muncul sebuah mikrobus DK 7554 UU yang dikemudikan oleh I Nyoman Dandra (60) warga asal Desa Sanggalangit, Buleleng.

Pasutri itu pun tak dapat menghindar, sehingga menabrak mikrobus tersebut dari arah depan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved