WNA Turki Ditembak di Bali
PR Besar Polda Bali Buntut Kasus WNA Meksiko dan Turki, Wisatawan Kok Bisa Bawa Senpi?
PR Besar Polda Bali Buntut Kasus WNA Meksiko dan Turki, Wisatawan Kok Bisa Bawa Senpi?
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kriminolog asal Bali, Profesor Rai Setiabudhi menyoroti kasus penembakan Warga Negara Asing (WNA) Meksiko terhadap WNA Turki di Villa Palm House Tumbak Bayuh, Mengwi, Badung, Bali.
Kasus ini masih terus ramai jadi perbincangan sebab muncul dugaan tidak hanya motif percobaan pembunuhan dan perampokan melainkan juga muncul isu konflik antar gangster dan bisnis gelap narkotika apalagi para tersangka disebut tidak kooperatif.
Kriminolog senior ini mengaku prihatin atas kejadian penembakan itu dan mengapresiasi langkah sigap kepolisian di mana Polda Bali dibantu oleh Bareskrim Mabes Polri yang mempercepat pengungkapan kasus dan penangkapan tersangka dan agar segera dilimpahkan ke kejaksaan.
"Terkait dengan kejadian itu, kita sangat prihatin, namun syukur polisi sudah bertindak cepat sehingga para pelaku sudah ditangkap, kita berharap segera dilakukan penyidikan kemudian diserahkan ke kejaksaan untuk segera disidangkan," kata Prof Rai melalui sambungan telepon, pada Jumat 2 Februari 2024.
Baca juga: Istri Putu Suarsana Kaget Saat Bangun Pagi, CCTV Rumah di Buleleng Ungkap Sosok Berjaket Hitam
Namun, terlepas dari hal itu, Prof Rai mewanti-wanti kepolisian dalam hal ini Polda Bali bahwa kasus-kasus besar yang melibatkan WNA seperti ini dapat berpengaruh luas terhadap perkembangan pariwisata di Pulau Bali, apalagi sampai menggunakan senjata api.
"Hal ini perlu tindakan tegas dan cepat agar masyarakat dan para wisatawan merasa aman di Bali, sehingga kejadian ini tidak berpengaruh luas dan lama yg dapat mempengaruhi perkembangan pariwisata di Bali," tuturnya.
Lanjutnya, hal ini menjadi pekerjaan rumah pihak kepolisian, dan polisi harus mendapatkan kejelasan mengenai kepemilikan senjata api oleh tersangka.
"Apalagi menggunakan senjata api, dari mana dia dapat, ini perlu ditelusuri kok wisatawan bisa bawa atau dapat senjata api, dan ini juga bisa diancam di samping pembunuhan berencana juga kejahatan kepemilikan senjata api," ujar dia.
Baca juga: Video Viral Geng Bule di Bali, Polresta Denpasar Ungkap Fakta Baru, Para Pelaku Diburu
Prof Rai mengingatkan bahwa tidak semua wisatawan mempunyai niat baik untuk berlibur, bukan tidak mungkin kasus ini mengarah ke dugaan persaingan sindikat bisnis gelap seperti narkotika.
"Soal indikasi adanya persaingan sindikat bisnis gelap, itu mungkin saja perlu pendalaman terus. Tidak semua wisatawan punya niat baik untuk berlibur, tapi tidak sedikit wisatawan yang punya niat jahat datang ke Bali," kata dia.
"Sehingga di Bali dia mencari kesempatan untuk melakukan perbuatan-perbuatan jahatnya, jadi niat itu selalu ada hubungan dengan tindakan," sambungnya.
Ke depan, Prof Rai berharap agar lebih selektif dalam menerima kunjungan wisatawan, walaupun hal ini agak sulit dilakukan.
"Pihak berwenang harus selalu komunikasi lebih banyak dengan wisatawan negara asalnya melalui duta besarnya yang ada di negara kita," pungkasnya.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menyebutkan bahwa kasus penembakan Warga Negara Asing (WNA) Meksiko terhadap WNA Turki merupakan kasus yang menonjol sehingga Bareskrim Polri turun tangan mengungkap kasus ini.
| Dirtipidum Ungkap Alasan Bareskrim Campur Tangan Kasus Penembakan WNA Turki di Bali |
|
|---|
| BREAKING NEWS: DPO Penembakan WNA Turki Tiba di Bali, Polisi Temukan 1 Pucuk Senjata Api |
|
|---|
| Motif Sicairos Tembak WNA Turki di Bali: Lakukan Survey Lokasi hingga Terancam 15 Tahun Penjara |
|
|---|
| Pelaku Penembakan WNA Turki di Bali Ditangkap di Nganjuk, Terungkap Modus Kejatahan WNA Meksiko Itu |
|
|---|
| Mabes Polri Soroti Kasus Geng Sicairos Penembak WNA Turki di Bali, Pelaku & Korban Tak Kooperatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penembakan-wna-turki-dan-penemuan-senjata.jpg)