Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Stunting Masih Jadi Masalah di Indonesia, BKKBN Terus Edukasi, Duta Gesid Gerak

GESID adalah akronim dari Generasi Sehat Indonesia yang juga merupakan program edukasi gizi dan kesehatan serta pembentukan karakter

Tayang:
Istimewa
Media Edukasi Interaktif Tentang Nutrisi, Anemia, dan Hidrasi Disimulasikan Duta Gesid Langsung ke TK Indraprasta Denpasar Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - GESID adalah akronim dari Generasi Sehat Indonesia yang juga merupakan program edukasi gizi dan kesehatan serta pembentukan karakter yang berpusat pada pemberdayaan remaja sebagai pendidik sebaya (peer to peer education) di sekolah.

Program ini diinisasi oleh Danone Indonesia yang bekerja sama dengan Fakultas Ekologi Manusia (FEMA) IPB dan BKKBN dengan menargetkan remaja usia SMP dan SMA di lebih dari 10 Provinsi juga lebih dari 20 Kabupaten dan Kota di Indonesia.

Baca juga: Indonesia Negara Gizi Buruk Tertinggi di Asia, Ini Cara SGM Eksplor Wujudkan Generasi Emas 2045

Dalam rilis yang diterima Tribun Bali, GESID National Gathering pada November lalu Duta GESID telah berkompetisi menyusun media edukasi interaktif dengan semangat menyatakan aksi sambut generasi emas gemilang.

Saat ini dalam rangkaian peringatan Hari Gizi Nasional, Duta GESID yang terpilih bersama guru pendampingnya mempresentasikan karya mereka untuk terus digunakan dalam program, sekaligus menambah wawasan tentang kesehatan dan lingkungan beberapa titik edukasi di Bali.

Baca juga: Indonesia Negara Gizi Buruk Tertinggi di Asia, Ini Cara SGM Eksplor Wujudkan Generasi Emas 2045

Dalam 2 hari yaitu 31 Januari dan 1 Februari 2023 mereka akan menyinggahi Kintamani, Bongkasa pertiwi hingga Pantai Biaung. Turut terlibat dalam kegiatan ini dari beberapa kelompok penggiat di antaranya AIESEC in Indonesia, LP Ma’arif NU, dan LPTP (Lembaga Pengembangan Teknologi Perdesaan), Direktur Bina Ketahanan Remaja, BKKBN, Dr. Edi Setiawan, S.Si., M.Sc., MSE  juga Direktur Sustainable Development Danone Indonesia, Karyanto Wibowo.

Seperti kita ketahui bersama Indonesia masih menghadapi beragam permasalahan kesehatan yang dapat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Baca juga: Didominasi Karena Faktor Pola Asuh, Puluhan Anak di Klungkung Alami Gizi Buruk

Salah satunya ialah stunting, atau kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis. Kondisi ini tercipta karena sebab akibat yang saling berkaitan.

Hal ini menjadi tantangan yang dihadapi oleh lintas generasi, selain edukasi kepada ibu dan anak dalam banyak program selama ini, kelompok usia remaja juga menjadi salah satu kelompok  yang patut mendapat perhatian.

Untuk itu Gesid mengambil peran dengan edukasi interaktif di kelompok usia ini.

Karyanto Wibowo mengatakan bahwa Danone Indonesia melalui PT. Tirta Investama dan PT Sarihusada Generasi Mahardhika meluncurkan Danone Impact Journey yang memiliki 3 pilar yaitu, Kesehatan, Lingkungan dan Masyarakat. Ketiganya memiliki keterkaitan yang erat.

”Kami membawa 10 Duta GESID terpilih bersama pendampingnya untuk menambah pengalaman tentang 3 pilar tersebut di sini. Harapan kami ini bisa memicu semua pihak untuk bisa lebih kreatif memerangi masalah kesehatan mendasar saat ini yaitu anemia, stunting dan kurang minum” Kata Karyanto.

Sejak 2021 program GESID telah berhasil menguatkan pengetahuan tentang gizi ke 441 SMP dan SMA, menjaring 4.023 duta GESID, 600 volunteer mahasiswa, 60.000 pelajar, serta mampu menjangkau amplifikasi digital dan social media hingga lebih dari 3 juta.

”Hal tersebut dapat diraih atas kerja sama dan dukungan dari sekolah, para mitra, pemerintah, serta pemangku kebijakan lainnya. Di Bali kami bergerak melalui kawan-kawan di AQUA Mambal yang selain mendampingi Desa Bongkasa Pertiwi juga mendukung Glagalinggah yang kita kunjungi bersama”, tambah Karyanto.

Selama di Bali, Duta GESID bersama pendampingnya diajak mengunjungi Glagalinggah di lereng Kintamani sebagai daerah resapan untuk Hulu Sungai Badung.

Mereka belajar perlunya alam dijaga dengan kolaborasi semua elemen yang ada, juga kuatnya kearifan lokal yang menjadi pengikatnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved