Bule Tertimpa Longsor di Bali

Cuaca Ekstrem di Bali: 2 Bule Tewas Tertimbun Longsor di Tabanan, Nyoman Meninggal Tertimpa Pohon

Cuaca ekstrem di Bali belakangan ini memang patut diwaspadai, selain terjadinya hujan lebat disertai tiupan angin kencang, potensi ancaman bencana

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Evakuasi jenazah WNA yang tertimpa longsor di Jatiluwih - BREAKING NEWS: Sepasang Bule Tewas Tertimpa Longsor di Jatiluwih, Jenazah Dibawa ke RS Prof Ngurah 

Bahkan motor nopol DK 2240 UAA yang dikendarainya hancur tertimpa pohon yang tumbang.

Kendaraanya pun sampai tidak bisa diketahui jenisnya apa karena hanya terlihat rangkanya saja.

Pohon tumbang karena sudah tua dan diterjang angin kencang itu pun terjadi sekitar pukul 12.30 Wita.

Bahkan dari keterangan sejumlah warga pohon itu sudah ditemukan tumbang dan menimpa pengendara.

I Wayan Roni Supadman, warga setempat mengaku, kejadian dirinya sedang berada di depan rumah yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Mendengar informasi ada orang tertimpa pohon dia kemudian menuju ke tempat kejadian yang lokasinya di depan Kuburan Banjar Kiadan, Desa Pelaga.

"Jadi saya langsung ke lokasi, karena di lokasi sedikit jauh dari rumah penduduk," ujarnya saat dimintai keterangan polisi Polsek Petang.

Saat di lokasi dirinya melihat pohon jenis pinus berdiameter 80 cm menimpa korban dengan sepeda motor Vario yang mengarah ke selatan menuju Denpasar.

Diduga Nyoman Sumarta menaiki sepeda motor dari Singaraja menuju Denpasar. "Jadi korban dan motornya sudah tertimpa pohon," ucapnya.

Melihat kejadian itu, sekitar pukul 12.45 Wita dirinya langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Pelaga dan Dinas BPBD Kabupaten Badung.

Lokasi pohon tumbang sudah dibersihkan oleh pegawai DKP Desa Pelaga dan Dinas BPBD Badung.

Tewasnya Nyoman Sumarta akibat tertimpa pohon tumbang di Banjar Kiadan, Desa Pelaga, Badung membuat keluarganya syok.

Pria asal Dusun Kajanan, Desa/Kecamatan Tejakula, Buleleng itu padahal hendak kembali ke Denpasar untuk bekerja di salah satu restoran.

Baca juga: 5 Fakta Pembacokan di Klungkung: Alit Dihujani Sabit 3 Kali di Depan Istri, Jalani Operasi Hari Ini

Kepala Dusun Kajanan Desa Tejakula, Made Suartawan sekaligus sepupu korban menuturkan, almarhum Sumarta pulang ke kampung halaman untuk merayakan Nyepi bersama keluarga.

Usai merayakan Nyepi, tepatnya pada Rabu (13/3) korban kemudian memutuskan kembali ke Denpasar untuk bekerja di salah satu restoran dengan mengendarai motor.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved