Berita Klungkung
Waspada, Pasien DB di Klungkung Melonjak Setiap Bulan, 3 Pasien Meninggal Dunia
jumlah pasien demam berdarah yang dirawat di RSU Klungkung dalam rentang Januari-April terus meningkat.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SEMRAPURA - Penyakit endemis demam berdarah masih terus menjangkiti masyrakat di Klungkung, Bali.
Bahkan setiap bulan, data menunjukan angka peningkatan jumlah pasien demam berdarah di RSUD Klungkung.
4 bulan belakangan ini, ada 3 warga meninggal dunia karena demam berdarah di Klungkung.
Berdasarkan data RSUD Klungkung, jumlah pasien demam berdarah yang dirawat di RSU Klungkung dalam rentang Januari-April terus meningkat.
Baca juga: Kasus DBD Kian Meresahkan, Pasien Klungkung Melonjak, Fogging Massal di Buleleng, Karangasem Juga!
Pada bulan Januari, pasien yang dirawat di RSU Klungkung tercatat sebanyak 61 orang.
Meningkat pada bulan Februari, pasien demam berdarah yang dirawat sebanyak 91 pasien.
Bulan Maret pasien demam berdaeah kembali melonjak, tercatat sebanyak 127 pasien yang dirawat di RSUD Klungkung.
April menjelang tutup bulan, pasien demam berdarah yang dirawat sebanyak 156 orang.
Dari angka itu yang masih dirawat sebanyak 31 orang, sebagian besar merupakan pasien anak-anak.
Bahkan dalam rentang Januari-April, ada 3 pasien demam berdarah meninggal dunia.
“Kalau tahun lalu malah (pasien DBD) tidak begitu banyak. Tahun ini yang dahsyat, saya tidak tahu apa ini masuk siklus tahunan,” ujar Direktur RSUD Klungkung, dr Nengah Winata, Rabu 24 April 2024.
Menurutnya angka demam berdarah di Klungkung ini cukup tinggi.
Misal di Bangsal Bakas RSUD Klungkung yang berisi 30 tempat tidur plus 3 tempat tidur cadangan, semua terisi pasien dan sebagian besar adalah pasien demam berdarah.
Kadis Kesehatan drg Gusti Ayu Ratna Dwijayanti mengatakan, upaya-upaya menekan munculnya kasus demam berdarah seperti melakukan fogging, membagikan serbuk abate terus dilakukan.
“Petugas kami hampir setiap hari turun melakukan fogging. Abate sudah kami bagikan ke masing-masing desa. Kami juga sudah koordinasi dengan pihak desa agar ikut membantu gerakan 3 M. Sekarang kembali berpulang pada partisipasi masyarakat,” terang Gusti Ratna Dwijayanti. (mit)
Kumpulan Artikel Klungkung
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.