Berita Jembrana
Harga Beras Masih Mahal, Harga Gabah Terjun Bebas, Petani Pertanyakan, Dampak Panen Raya & Cuaca
Disisi lain, petani mempertanyakan ketidaksesuaian harga gabah yang merosot namun harga beras di pasaran masih melambung tinggi.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Sawah di Kabupaten Jembrana, mulai memasuki musim panen raya.
Namun begitu, dampak panen raya justru menyisakan jeritan bagi petani. Sebab, harga gabah di lapangan justru merosot.
Hal ini diperparah dengan kondisi, banyaknya tanaman padi petani yang mengalami rebah dampak cuaca ekstrem.
Disisi lain, petani mempertanyakan ketidaksesuaian harga gabah yang merosot namun harga beras di pasaran masih melambung tinggi.
Menurut informasi yang diperoleh, dampak panen raya mengakibatkan harga gabah turun ke angka kisaran Rp5.000-an per kilogram. Jika sebelumnya, harga per kilogram gabah menyentuk hingga Rp7.500.
Baca juga: KRISIS Pelukis! Bangkitkan Generasi Muda Pelukis Wayang Kamasan di Klungkung, Begini Caranya
Baca juga: Hadirkan Lapangan Kerja, Menparekraf Dorong Inovasi Kewirausahaan Melalui KaTa Kreatif

"Harga gabah jauh turun, sekarang di Rp 5.000an perkilo, sebelumnya Rp7 ribuan," kata seorang petani di wilayah Kecamatan Jembrana, Gusti Ayu (58).
Ia menduga, kondisi tanaman padi yang terdampak cuaca ekstrem yakni padi rebah diperparah dengan sudah mulainya panen raya diduga menjadi pemicu penurunan drastis harga gabah.
Namun, ia tak bisa berbuat banyak selain berharap yang terbaik kepada pemerintah.
Sebab para petani melihat, ketika harga gabah sudah cenderung turun, harga beras justru masih melambung tinggi. Terbukti di pasaran harga beras masih menyentuh di harga Rp13-14 ribu per kilogram kemarin.
"Kami harap bisa ada solusi dari pemerintah. Agar jangan sampai ketika beras mahal, yang disalahkan kami para petani," sentilnya.
Sementara itu, sesuai data yang diterima dari Dinas Koperasi dan Perdagangan Jembrana, secara umum harga bahan pokok termasuk beras cenderung mengalami penurunan.
Misalnya, beras lokal kategori medium yang sebelumnya Rp13.800 menjadi Rp12.900 atau turun Rp900 per kilogram.
Sementara beras kategori premium yang awalnya Rp14.200 per kilogram menjadi Rp14.100 atau hanya turun Rp100 per kilogramnya.
"Harga gabah dan beras sudah mulai turun. Mungkin karena dampak dari sudah mulainya panen raya di Jembrana saat ini," kata Fungsional Analis Perdagangan, Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Jembrana, I Putu Gede Mahaputra saat dikonfirmasi, Senin 29 April 2024.
BENDERA Peringatan Rawan Berenang Dipasang di Teluk Gilimanuk, Imbauan Keselamatan Beraktivitas |
![]() |
---|
KEPALA Nengah Terbentur Keras di Jalur Tengkorak Jembrana, Aspal Penuh Bercak Merah |
![]() |
---|
Lima Rumah Warga Jembrana Diterjang Gelombang Tinggi, Dua KK Mengungsi |
![]() |
---|
50 Orang Jadi Korban, Sayu Putu Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Rp 1,5 Miliar Lebih |
![]() |
---|
Antrian Mengular hingga Masjid Gilimanuk, Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Hampir 2 Jam |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.