Pilkada Bali 2024
Silaturahmi Dua Partai Besar Bahas Pilkada 2024, Golkar dan PDIP Jembrana Beri Sinyal Bersatu
Ketua DPD Partai Golkar Jembrana, Suardana mengatakan, kedatangan pengurus partai beringin ke kandang DPC PDIP Jembrana hanya bersifat silaturahmi
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pengurus Partai Golkar Jembrana bertandang ke kandang banteng atau Kantor DPC PDIP Jembrana, Bali, Minggu 5 Mei 2024.
Mereka disambut hangat oleh jajaran petinggi PDIP Jembrana.
Pertemuan kedua partai besar di Indonesia ini seolah memberi sinyal kemungkinan akan bersatu pada Pilkada Jembrana 2024 mendatang.
Praktis, lawannya adalah petahana saat ini.
Baca juga: KPU Badung Kelola Anggaran Rp 35 Miliar Lebih Untuk Pilkada 2024 Mendatang
Namun, pengurus kedua "partai tua" ini mengakui hanya bersifat silaturahmi, membahas pokok pikiran dan serta mengakui sudah saling membuka pintu rumah masing-masing untuk koalisi.
Pengurus Partai Golkar Jembrana yang datang ke kandang banteng adalah Ketua DPD, I Made Suardana, Sekretaris DPD, I Nyoman Birawan, Bendahara DPD I Made Sabda dan Ketua Organisasi Keanggotaan dan Kaderisasi Partai Golkar, I Nyoman Agus Antara.
Kedatangan mereka langsung disambut oleh Ketua DPC PDIP Jembrana, I Made Kembang Hartawan, Sekretaris DPC, Ni Made Sri Sutharmi, serta pengurus DPC dan PAC PDIP se-Jembrana.
Ketua DPD Partai Golkar Jembrana, I Made Suardana mengatakan, kedatangan pengurus partai beringin ke kandang banteng DPC PDIP Jembrana hanya bersifat silaturahmi.
Pihaknya hanya bertemu untuk membahas pikiran pikiran pokok Pilkada, saling membuka pintu rumah bahkan sampai pintu kamar pun sudah di bahas sebagai langkah awal kita dalam silaturahmi.
"Ya, temu wirasa silaturahmi dengan PDIP," kata Suardana saat dikonfirmasi, Minggu 5 Mei 2024.
Menurutnya, silaturahmi adalah hal yang wajib dilaksanakan termasuk oleh partai politik.
Apalagi di Jembrana PDIP sebagai pemenang utama dan sudah berpengalaman pada kontestasi politik di Indonesia.
Namun kali ini, mungkin partai berlambang banteng tersebut merasa berat untuk "sendiri" di Pilkada 2024 mendatang, sehingga membuka diri untuk koalisi dengan partai lain.
"Termasuk Partai Golkar sebagai pemenang kedua," jelasnya.
Tentunya, kata dia, pertemuan ini sebagai langkah awal antara Golkar dengan PDIP yang disebut sebagai silaturahmi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Silaturahmi-Dua-Partai-Besar-Bahas-Pilkada-2024-Golkar-dan-PDIP-Jembrana.jpg)