Mahasiswa STIP Tewas

Reformasi Sistem Pendidikan Di Bawah Kemenhub, STIP Tutup 1 Angkatan Buntut Tewasnya Putu Satria

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta maaf ke keluarga Putu Satria Ananta Rustika di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan Kamis (9/5).

Eka Mita Suputra/Tribun Bali
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta maaf ke keluarga Putu Satria di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kamis (9/5/2024). 

"Terkait dengan upaya-upaya perbaikan di STIP, kami berharap program itu bisa berjalan sehingga ke depan kejadian itu tidak terulang lagi. Dan semoga ini menjadi kejadian terakhir pada semua peserta didik dimanapun berada," ujarnya. (mit/zae)

Motor Kesayangan Ikut Antarkan Rio di Momen Terakhir

Suasana duka masih terasa di kediaman Putu Satria Ananta Rustika (19) yang akrab dipanggil Rio, di Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kamis (9/5).

Papan ucapan belasungkawa berjejer di depan pintu masuk rumah pemuda yang meninggal dunia setelah mendapatkan kekerasan dari seniornya di STIP (Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran) Jakarta.

Di depan rumah, tampak terparkir sepeda motor 2 tak jenis Yamaha RX Spesial yang di depannya terpasang foto Putu Satria.

"Ini sepeda motor kesayangan Rio (Panggilan Putu Satria)," ujar ibu dari Putu Satria, Ni Nengah Rusmini, Kamis (9/5).
Ia menceritakan, Putu Satria sangat gemar dengan sepeda motor tua, khususnya 2 tak. Bahkan ia terus memantau sepeda motornya, pada saat menempuh pendidikan di Jakarta.

Tiga hari sebelum meninggal dunia, tepatnya pada 1 Mei 2024, Putu Satria sempat menelepon ayahnya dan meminta untuk sepeda motornya dipasangi strip (stiker).

"Tadi teman-temannya yang datang untuk memasang strip (stiker) di sepeda motor Rio," katanya sembari terisak.

Sepeda motor itu juga sempat dibawa, untuk mengantarkan jenazah Putu Satria pulang ke rumah duka setelah disemayamkan beberapa hari di RSUD Klungkung.

"Sepeda motor ini tadi ikut mengantarkan jenazah Rio pulang ke rumah," ungkapnya.

Baca juga: KISAH Haru Mendiang Putu Satria, Mulai Dari Catatan Dirinya Hingga Sepeda Motor Kesayangan

Jenazah Putu Satria tiba di rumah duka sekitar Pukul 07.00 Wita. Jenazah langsung disemayamkan di bangunan Bale Dangin. Rencananya prosesi pengabenan jenazah Putu Satria digelar, Jumat (10/5).

Kasus meninggalnya Putu Satria memasuki babak baru. Polres Jakarta Utara telah menetapkan 3 tersangka lain, dari kasus ini selaim tersangka utama Tegar Rafi Sanjaya (21).

Keempat tersangka merupakan taruna tinggal II atau senior dari korban (Putu Satria Ananta Rustika).

Pihak keluarga sudah mengetahui informasi penambahan tersangka itu, Rabu(8/5) sore.

"Kemarin sore sudah dapat informasi dari Jakarta. Infonya ada penambahan 3 tersangka, jadi 4 orang," ujar Nengah Rusmini yang juga tenaga medis di RSUD Klungkung.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved