WWF di Bali
Ini Daftar Rantis Lapis Baja & Alutsista TNI yang Dikirim ke Bali untuk Pengamanan World Water Forum
Puluhan Kendaraan Taktis (Rantis) lapis baja beserta motor kawal listrik milik TNI tiba di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Ady Sucipto
WWF memiliki 172 negara anggota, memiliki fokus pada konservasi tiga bioma yang berisikan sebagian besar keragaman hayati dunia, yaitu hutan, ekosistem air tawar, samudra dan pantai.
Dalam hal ini Polda Bali juga telah menyiapkan strategi pengamanan sejak awal 2024, oleh jajaran Ditbinmas mulai dari sosialisasi dan menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat, para tokoh masyarakat maupun tokoh agama, mengajak agar mendukung dan menyukseskan WWF.
"Masyarakat diajak dengan cara proaktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing, karena kesuksesan WWF pastinya membawa dampak yang sangat positif bagi sektor pariwisata Bali kedepan," kata dia.
Baca juga: Akses Persimpangan Jalan Airport Ngurah Rai Akan Ditutup Antisipasi Kepadatan Lalu Lintas Selama WWF
Polda Bali juga rutin melakukan melaporkan perkembangan situasi Kamtibmas dan berkoordinasi dengan Mabes Polri, Kodam/IX Udayana maupun Pemprov Bali, untuk memperkuat sinergitas kita baik dalam tugas rutin maupun dalam rangka Pengamanan WWF nanti.
Polda Bali memiliki 2 Command Center (CC) yang mempunyai peran vital dalam Pengamanan WWF, dan CC tersebut dilengkapi peralatan canggih, operator ahli dan terlatih beroperasi di CC ITDC Nusa Dua dan CC di Mako Polda Bali, yang mana keduanya saling terintegrasi.
CC Polda Bali memiliki lebih dari 1.700 titik CCTV yang terpasang di berbagai lokasi strategis di seluruh Bali, seperti kawasan wisata Nusa Dua, Kuta, Sanur, Ubud, Jatiluwih, Kintamani, Bedugul dan sejumlah kawasan lainnya.
Kemudian ada di pintu masuk Bali seperti Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Benoa, Padangbai dan Pelabuhan Celukan Bawang.
CCTV juga terpasang di terminal-terminal antar Provinsi, dan di jalan-jalan protokol, kawasan kota, termasuk tempat-tempat umum lainnya dan lokasi yang dianggap rawan gangguan Kamtibmas lainnya.
"Seluruh CCTV tersebut terkoneksi langsung ke layar-layar monitor di ruang CC Polda Bali," ujarnya.
Kabaharkam Polri bersama Kapolda Bali sudah mengecek langsung kesiapan Pengawasan dan Pengamanan pada Command Center Polda Bali di ITDC dan mengecek lokasi-lokasi (venue) yang diagendakan akan dikunjungi oleh peserta WWF.
Beberapa venue yang dikunjungi meliputi Garuda Wisnu Kencana, Kura-Kura Bali atau Bali Turtle Island Development (BTID), Tahura Mangrove Ngurah Rai, Kuta Tsunami Shelter.
Water Museum Subak Tabanan, Jatiluwih UNESCO World Heritage Site Tabanan, Pura Danau Beratan Bedugul Tabanan, Danau Batur Kintamani Bangli dan Cultural Village Ubud di Gianyar.
Sementara itu, Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV terus mematangkan persiapannya dalam rangka menyukseskan penyelenggaraan WWF ke-10.
Baca juga: Rencana Siswa di Kuta Selatan Belajar di Rumah Saat WWF, Disdikpora Badung Akui Menunggu Petunjuk
Dimana akan ada puluhan ribu delegasi hadir dalam forum yang membahas permasalahan air di dunia.
"Persiapan dari Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV menghadapi kegiatan WWF kami telah melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh Kementerian terkait seperti Kementerian PUPR, Luar Negeri, Kemenko Marves. Kita telah membicarakan kesiapan-kesiapan secara khusus di bandara," ujar Kepala Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV, Agustinus Budi Hartono, Jumat (10/5).
Tak Ada Titik Terang, Panitia PWF Laporkan Penghentian Diskusi Saat WWF Bali Ke Komnas HAM |
![]() |
---|
World Water Forum Bali Rumuskan Langkah Penanganan Krisis Air di Empat Kawasan |
![]() |
---|
Banyak Pembangunan Cafe dan Restoran di Jatiluwih Bali, Status Warisan Budaya Terancam |
![]() |
---|
Sukses Siapkan Kendaraan Listrik dalam Ajang WWF di Bali, PLN Siagakan 104 Personil |
![]() |
---|
Mengatasi Tantangan Air di Indonesia Melalui Inovasi dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.