Tragedi di Jembatan Bangkung

NEKAT Akhiri Hidup Terjun di Jembatan Bangkung, Pj Gubernur Bali Prihatin Minta Dinsos Fasilitasi

Pihaknya mengaku evakuasi juga cukup sulit dan memakan waktu. Pasalnya untuk turun ke bawah jembatan membutuhkan waktu.

 Ratu Ayu Astri Desiani/Tribun Bali
Foto mendiang semasa hidup Ketut Sutama (23) dan Putu Yasa Sari Dana (5). 

Pihaknya mengaku evakuasi juga cukup sulit dan memakan waktu. Pasalnya untuk turun ke bawah jembatan membutuhkan waktu.

Dijelaskannya, pemuda yang ulah pati itu berinisial Ketut S (23) asal Banjar Dinas Rendetin, Kubutambahan, Singaraja. Namun adiknya belum diketahui identitasnya, namun diperkirakan berumur 4 atau 5 tahun.

Keprihatinan Pj Gubernur Bali disampaikan melalui bantuan uang tunai Rp 5 juta yang diberikan melalui petugas Dinas Sosial Provinsi Bali di rumah duka di Banjar Dinas Rendetin, Desa Bontihing, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Senin (27/5).

Kepala Dinas Sosial Buleleng, I Putu Kariaman mengatakan, bantuan ini diberikan Pj Gubernur Bali untuk membantu biaya upacara pitra yadnya kedua almarhum.

Serta untuk membantu kakak almarhum, yang dalam kondisi disabilitas fisik dan mental. "Kami mendampingi Dinsos Provinsi menyerahkan bantuan langsung tunai dari Pj Gubernur Bali Rp 5 juta.

Bantuan diserahkan kepada keluarga almarhum untuk membantu biaya keperluan upakara dan kakaknya yang kondisinya mengalami disabilitas," ujarnya.

Dinas Sosial Bali menyerahkan bantuan, dari Pj Gubernur Bali untuk keluarga kakak dan adik yang ulah pati di Jembatan Bangkung, Senin (27/5)
Dinas Sosial Bali menyerahkan bantuan, dari Pj Gubernur Bali untuk keluarga kakak dan adik yang ulah pati di Jembatan Bangkung, Senin (27/5) (Ratu Ayu Astri Desiani/ Tribun Bali)

Sementara itu, anak kandung Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta disebut-sebut akan mengadopsi Luh Somotini, kakak pertama dari dua korban ulah pati di Jembatan Bangkung.

Perbekel Desa Bontihing I Gede Pawata, Senin (27/5) mengatakan, kabar rencana anak Giri Prasta untuk mengadopsi Luh Somotini ini diterima oleh Kelian Banjar Dinas Rendetin, I Made Artana.

Adopsi ini dilakukan sebagai rasa empati mengingat Somotini mengalami disabilitas fisik dan mental. Sementara kedua orangtuanya telah lama meninggal dunia.

Selama ini, kebutuhan sehari-hari Somotini dipenuhi oleh adik ketiganya, Ketut S (23). Sementara adik keduanya telah menikah.

Namun sayang, Ketut S yang semula menjadi tulang punggung keluarga kini telah tiada. Ketut S memutuskan mengakhiri hidupnya dengan mengajak adik bungsunya Putu YSD (5), di Jembatan Bangkung, Desa Pelaga.

Namun Pawata mengaku belum mengetahui secara pasti siapa yang mengadopsi Somotini, mengingat Giri Prasta dikaruniai tiga orang anak, masing-masing bernama Diana Prasta, Bima Nata dan Sundari Dewi.

Pawata menyebut saat ini dirinya akan berdiskusi terlebih dahulu dengan keluarga besar almarhum, apakah mengizinkan Somotini untuk diadopsi oleh anak Giri Prasta atau tidak.

"Kami komunikasikan dulu dengan keluarga almarhum. Jika sudah ada kesepakatan, akan kami sampaikan ke anaknya Giri Prasta.

Belum tau juga anaknya yang mana yang akan mengadopsi Somotini. Adopsi dalam artian akan dipenuhi kebutuhan sehari-harinya atau seperti apa, ini akan kami pertanyakan lagi," katanya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved