Tragedi di Jembatan Bangkung
NEKAT Akhiri Hidup Terjun di Jembatan Bangkung, Pj Gubernur Bali Prihatin Minta Dinsos Fasilitasi
Pihaknya mengaku evakuasi juga cukup sulit dan memakan waktu. Pasalnya untuk turun ke bawah jembatan membutuhkan waktu.
TRIBUN-BALI.COM – Pj Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya menyoroti kasus ulah pati (bunuh diri) yang dilakukan kakak beradik di Jembatan Bangkung, Plaga, Petang, Badung, Bali Minggu (26/5/2024) sore.
Sang Mahendra merasa prihatin dengan adanya kejadian pilu tersebut, dan meminta Dinas Sosial untuk memfasilitasi anak-anak yatim piatu yang tak terawat ke Panti Anak.
“Dumogi Sang Palatara Amor ing Acintya. Saya sangat prihatin sampai terjadi peristiwa tersebut.
Melalui Kadis Sosial saya sudah arahkan, apabila anak-anak yatim piatu tidak dirawat keluarganya, dengan baik agar anak-anak tersebut difasilitasi di Panti Anak untuk memastikan masa depan,” kata Sang Mahendra, Senin (27/5/2024).
Ketika ditanya, apakah program Ngerombo nantinya juga akan melirik anak yatim piatu di Bali, Sang Mahendra berharap melalui Ngerombo berbagai persoalan pembangunan, termasuk sosial, ekonomi dan budaya dapat terindentifikasi, dipetakan dan diselesaikan bersama-sama.
“Tentu, termasuk juga bagaimana kita bersama-sama membantu anak-anak dan masyarakat, yang sedang menghadapi persoalan dalam kehidupannya agar dapat dimudahkan keluar dari persoalan tersebut,” imbuhnya.
Baca juga: KASUS Ulah Pati Jembatan Bangkung, Kakak Korban Disebut Akan Diadopsi Anak Kandung Giri Prasta
Baca juga: POLDA Bali Panggil Kepsek & Orangtua Dua Geng, Tindak Lanjut Pelajar SMP Akan Tawuran Bawa Sajam!

Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani mengatakan, pihaknya masih berkoordinasi terkait biaya untuk upacara kematian kakak beradik ini.
Jumlah Panti Asuhan di Bali milik swasta 82 panti, sedangkan milik Pemprov Bali 1 panti sehingga total panti asuhan di Bali 83 panti.
Mengikuti arahan PJ Gubernur Bali, anak-anak yatim piatu yang telantar dapat diasuh di Panti Asuhan milik Pemprov Bali. “Jika keluarga izinkan dan anak mau, kita mau asuh di panti anak kita. Terutama yang masih sekolah,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, pria muda ditemukan tewas di Jembatan Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Minggu (25/5/2024).
Mirisnya, pemuda itu diduga nekat akhiri hidup bersama adiknya, yang diperkirakan berusia 5 tahun dengan lompat dari atas Jembatan Bangkung.
Sontak warga Desa Plaga gempar melihat tragedi ulah pati itu. Bahkan sejumlah warga yang melintas di jalan Raya Tukad Bangkung juga ikut berhenti melihat ke bawah jembatan. Kejadian ulah pati itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.45 Wita.

Dari informasi yang digali di Polsek Petang, ternyata memang benar ada pemuda yang diduga bersama adiknya melakukan aksi nekat akhiri hidup dengan cara melompat dari Jembatan Bangkung.
Sampai Minggu malam masih dilakukan evakuasi. "Iya tadi sore diduga ada yang bunuh diri dengan terjun dari jembatan bersama adiknya. Karena jasad yang ditemukan dua orang laki-laki," ujar seorang polisi.
nekat akhiri hidup
Jembatan Bangkung
Jembatan Tukad Bangkung
Gubernur Bali
ulah pati
Dinas Sosial
Sang Made Mahendra Jaya
kakak
adik
Petang
Sang Mahendra
yatim piatu
panti anak
Ngerombo
tewas
evakuasi
Luh Somotini
meninggal dunia
Sutama
PASCA Kakak Adik Nekat Akhiri Hidup di Tukad Bangkung, Pemkab Akan Gelar Upacara Karipuhbaya! |
![]() |
---|
Sekitar 49 Yatim Piatu Terdata Dinsos Tabanan, Dalam Pengawasan dan Masih Mendapatkan Bantuan |
![]() |
---|
Kasus Kakak Beradik di Buleleng Akhiri Hidup di Jembatan Bangkung, Ini 'Tamparan' Bagi Pemerintah |
![]() |
---|
KAKAK Sutama, Korban Ulah Pati di Jembatan Bangkung Akan Dibantu Dinsos Buleleng, Simak Beritanya! |
![]() |
---|
SEDIH, Sebelum Ulah Pati di Jembatan Bangkung, Sutama Sempat Ngutang Bensin di Warung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.