Tragedi di Jembatan Bangkung
TEGAS, Ini Perintah PJ Gubernur Bali Buntut Kasus Ulah Pati di Jembatan Bangkung Badung
TEGAS, Ini Perintah PJ Gubernur Bali Buntut Kasus Ulah Pati di Jembatan Bangkung Badung
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – PJ Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya soroti kasus ulah pati yang dilakukan kakak beradik di Jembatan Bangkung, Petang, Badung pada Minggu 25 Mei 2024.
PJ Gubernur merasa prihatin dengan adanya kejadian pilu tersebut dan meminta Dinas Sosial untuk memfasilitasi anak-anak yatim piatu yang tak terawat ke panti anak.
“Dumogi Sang Palatara Amor Ring Acintya, saya sangat prihatin sampai terjadi peristiwa tersebut, melalui Kadis Sosial saya sudah arahkan apabila anak-anak yatim piatu tidak dirawat keluarganya dengan baik agar anak-anak tersebut difasilitasi di panti anak untuk memastikan masa depan,” kata, Sang Mahendra pada, Senin 27 Mei 2024.
Baca juga: Selamat Jalan Ketut Sutama dan Putu Yasa, 2 Jenazah Berpelukan di Jembatan Bangkung Badung
Ketika ditanya apakah program Ngerombo nantinya juga akan melirik anak yatim piatu di Bali, Sang Mahendra pun berharap melalui Ngerombo berbagai persoalan pembangunan, termasuk sosial, ekonomi dan budaya dapat terindentifikasi, dipetakan dan diselesaikan bersama-sama.
“Tentu, termasuk juga bagaimana kita bersama-sama membantu anak-anak dan masyarakat, yang sedang menghadapi persoalan dalam kehidupannya agar dapat dimudahkan keluar dari persoalan tersebut,” imbuhnya.
Baca juga: Selamat Jalan Nengah Metro, Pamitan Terakhir pada Istri Sebelum Kejadian Tragis di Karangasem
Sementara itu, Luh Ayu Aryani selaku Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Bali saat dikonfirmasi mengatakan masih melakukan koordinasi terkait biaya untuk upacara kematian kakak beradik ini.
“Masih dikoordinasikan, jenazah dikubur tadi pagi, untuk upacara kita masih koordinasi,” kata, Luh Ayu.
Jumlah panti asuhan di Bali milik swasta sebanyak 82 panti, sedangkan milik Pemerintah Provinsi Bali 1 panti sehingga total panti asuhan di Bali sebanyak 83 panti.
Mengikuti arahan PJ Gubernur, anak-anak yatim piatu yang terlantar dapat diasuh di Panti Asuhan milik Pemprov Bali.
“Jika keluarga ijinkan dan anak mau kita mau asuh di panti anak kita. Terutama yang masih sekolah,” bebernya.
Seperti diketahui, aksi ulah pati yang dilakukan oleh dua orang adik kakak di Jembatan Bangkung, Badung, menggegerkan warga sekitar.
Sontak warga Desa Pelaga pun gempar melihat tragedi itu. Bahkan sejumlah warga yang melintas di jalan Raya Tukad Bangkung juga ikut berhenti melihat kebawah jembatan.
Kejadian ulah pati itu pun diperkirakan masih terjadi sekitar pukul 06.00 wita.
Dari informasi yang digali di Polsek Petang, ternyata memang benar ada pemuda yang diduga bersama adiknya melakukan bunuh diri dengan cara melompat dari jembatan.
Kendati demikian sampai malam tadi masih dilakukan proses evakuasi.
PASCA Kakak Adik Nekat Akhiri Hidup di Tukad Bangkung, Pemkab Akan Gelar Upacara Karipuhbaya! |
![]() |
---|
Sekitar 49 Yatim Piatu Terdata Dinsos Tabanan, Dalam Pengawasan dan Masih Mendapatkan Bantuan |
![]() |
---|
Kasus Kakak Beradik di Buleleng Akhiri Hidup di Jembatan Bangkung, Ini 'Tamparan' Bagi Pemerintah |
![]() |
---|
KAKAK Sutama, Korban Ulah Pati di Jembatan Bangkung Akan Dibantu Dinsos Buleleng, Simak Beritanya! |
![]() |
---|
SEDIH, Sebelum Ulah Pati di Jembatan Bangkung, Sutama Sempat Ngutang Bensin di Warung |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.