Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

HARGA Gula Meroket! Aprindo Batasi Pembelian Gula di Ritel Maksimal 1 Kg/orang

Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengonfirmasi bahwa pembelian gula di ritel dibatasi maksimal 1 kilogram (kg) per orang.

Editor: Ni Ketut Dewi Febrayani
KONTAN/Carolus Agus Waluyo
GULA DIBATASI - Pengunjung membeli gula di sebuah pasar ritel di Jakarta, baru-baru ini. Aprindo mengonfirmasi bahwa pembelian gula di ritel dibatasi maksimal 1 kilogram (kg) per orang. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengonfirmasi bahwa pembelian gula di ritel dibatasi maksimal 1 kilogram (kg) per orang.

Ketua Umum Aprindo, Roy N Mandey, menjelaskan, kebijakan ini terpaksa dilakukan karena rata-rata harga gula nasional sudah melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 17.500 per kilogram.

"Dengan kata lain kita berupaya menjual dengan asas pemerataan," jelas Roy pada media di Jakarta, Rabu (29/5).

Roy juga menambahkan bahwa langkah ini dilakukan untuk mencegah agar gula yang dibeli di ritel tidak dijual kembali, mengingat harga gula di ritel jauh lebih murah dibandingkan dengan pasar tradisional.

Baca juga: Harga Sapi di Karangasem Masih Standar Jelang Hari Raya Idul Adha, Sapi Betina Sekitar Rp 10 Juta

"Kita intinya mencegah agar tidak sampai ada spekulan," tambahnya.

Pembatasan ini akan terus diberlakukan hingga pasokan gula di pasar kembali memadai.

Berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), Rabu (29/5) pukul 17.28 WIB, harga gula memang berada di atas HAP gula yang telah direlaksasi oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Rata-rata harga gula nasional telah mencapai Rp 18.320 per kilogram, dengan kenaikan tertinggi di Papua Pegunungan mencapai Rp 28.980 per kilogram, dan terendah di D.I Yogyakarta sebesar Rp 17.060 per kilogram.

Sementara itu, Bapanas menyebut dunia tengah menghadapi dinamika harga bahan pangan.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa menyebutkan, harga pangan dunia untuk beberapa komoditas pangan mengalami penurunan dan ada pula yang mengalami kenaikan.

Baca juga: Duh! Elpiji 3 Kg Langka Lagi di Denpasar, Pangkalan Sebut Ada Pengurangan Kuota hingga 50 Persen

"Pangan yang diimpor saat ini untuk cadangan pangan pemerintah adalah beras dan jagung, disamping itu untuk kebutuhan konsumsi masyarakat juga diimpor komoditas gula konsumsi, daging lembu dan bawang putih," terang Ketut, Selasa (28/5).

Dia bilang, untuk komoditas gula dan daging sapi mengalami penurunan harga, sedangkan bawang putih dan jagung naik. Harga gula dunia turun karena produksi di Brazil meningkat, daging sapi cenderung stabil, kenaikan harga disebabkan kenaikan nilai tukar USD.

Kata Ketut, harga jagung trennya sedang naik karena produksi jagung menurun akibat banjir di Brazil dan adanya serangan hama dan gangguan cuaca di Argentina.

Untuk menghadapi fenomena tersebut, Ketut mengaku, Bapanas mengamankan cadangan pangan pemerintah, masif melakukan penyerapan hasil produksi pangan dalam negeri, dan melakukan review serta pemberlakuan relaksasi harga pangan.

Baca juga: Pasokan Pangan Terpenuhi Hingga Idul Adha, Bapenas Antisipasi Kenaikan Harga Dunia

"Untuk pangan impor, gula dan beras pasokan di dalam negeri aman, karena sedang panen raya beras dan musim giling untuk gula," kata Ketut.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved