Berita Bali
Baru Perbaiki 7,6 Km, Pemprov Bali Minta Pemkab Badung Teruskan Perbaikan Jalan Darmasaba-Petang
Jalanan rusak sepanjang 27,3 Km dari Darmasaba hingga Petang, baru bisa diperbaiki 7,6 Km oleh Pemerintah Provinsi Bali.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, Bali – Jalanan rusak sepanjang 27,3 Km dari Darmasaba hingga Petang, baru bisa diperbaiki 7,6 Km oleh Pemerintah Provinsi Bali.
Jalan yang sudah diperbaiki yakni dari Jalan Ahmad Yani menuju Latu. Sisanya sepanjang 19,7 Km, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRKIM) Provinsi Bali, meminta bantuan ke Pemkab Badung untuk dapat meneruskan perbaikan ruas jalan sampai ke Petang.
Kepala Bidang Bina Marga PUPRKIM Provinsi Bali, Dewa Ayu Puspa Dewi, mengatakan Pemprov Bali hanya bisa menangani sepanjang 7,6 Km dari total panjang jalan yang rusak 27,3 Km, dengan rincian 5,9 Km telah dikerjakan tahun 2023 dan 1,7 di tahun 2024.
“Yang sangat kami harapkan ada semacan kerjasama penanganan jalan oleh Pemkab Badung untuk pembiayaan,” kata, Puspa saat dikonfirmasi Tribun Bali pada, Rabu 5 Juni 2024.
Baca juga: VIRAL Sebut LPG Oplosan di Mengwi Terbesar! Wayan Setiawan Beri Klarifikasi, Ada Apa?
Baca juga: LAGI! Nelayan Hilang di Perairan Uluwatu Sejak Senin, Tim SAR Lakukan Pencarian tapi Masih Nihil
Ia menegaskan, ruas jalan yang dikerjakan pada tahun 2024 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Puspa menepis anggapan bahwa Pemprov Bali sanggup menyelesaikan jalanan rusak itu.
“Bukan berarti Badung akhirnya tidak jadi mengalokasikan karena sudah provinsi Bali (yang mengerjakan). Provinsi hanya bisa menangani 1,7 Km (tahun ini). Sisanya, dari 27,3 Km total panjang. Harapan kami ada tindaklanjut dari Badung,” imbuhnya.
Selain jalan Denpasar-Petang, Puspa mengungkapkan jalan yang rusak milik provinsi yang ada di wilayah Badung terdapat di jalan Kerobokan-Nyanyi.
“Itu juga kami mohonkan ke Badung dua ruas jalan itu. Kami melihat itu adalah ditengah-tengah perbatasan APBD Provinsi Bali, dua ruas jalan tadi merupakan ruas jalan strategis. Tidak hanya punya provinsi tapi juga kabupaten Badung,” jelasnya.
Puspa menjelaskan, mengapa Badung harus ikut membantu perbaikan jalan rusak di dua jalan itu. Yang pertama, daerah Petang adalah kawasan produksi pangan dan pertanian. Kemudian, daerah Kerobokan juga merupakan kawasan pariwisata.
“Kan pendapatan mereka kan di sana, di area Canggu, jadi seperti itu,” lanjutnya.
Saat ini, Puspa mengaku belum ada kejelasan dari Pemkab Badung terkait kelanjutan rencana memperbaiki jalan rusak itu.
Namun, ia sudah mendengar kabar dari salah satu rekannya di Dinas PUPRKIM Badung, bahwa anggaran perbaikan jalan akan diusulkan di APBD Perubahan Pemkab Badung.
“Hanya saja konfirmasi mengenai yang mana akan dikerjakan belum ada kepastian. Jadi ada dua ruas jalan yang kami mohon peran Badung, selain Denpasar-Petang ada Kerobokan, Munggu, Nyanyi,” tutupnya. (*)
| Puncak May Day di Bali Berlangsung Damai, Ratusan Buruh Jalan Santai, 1.880 Polisi Jaga Pintu Dialog |
|
|---|
| FSPM Adakan Diskusi Publik May Day, Soroti Pekerja Sektor Pariwisata Bali |
|
|---|
| Aliansi Buruh dan Mahasiswa Bali Tuntut Penetapan Status PKWTT Untuk Pekerja DW dan Magang |
|
|---|
| Hari Suci Nyepi Diusulkan Sebagai Warisan Tak Benda Unesco Masih Dalam Proses Penyusunan Proposal |
|
|---|
| Cahyono Resmi Nakhodai Kejati Bali, Jaksa Agung Berpesan Tinggalkan Pola Lama, Kuasai Ruang Digital |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ilustrasi-jalannnn.jpg)