Berita Denpasar
Denpasar Akan Dilayani Air Siap Minum, PDAM Masih Proses Penyusunan FS, Pipa Uzur Segera Diganti
Diharapkan, pada Juli 2025 mendatang, proses pembuatan FS sudah rampung. Sehingga penggantian pipa yang sudah uzur bisa segera dilakukan.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Terkait penggantian pipa yang sudah uzur di Denpasar, Perumda Air Minum Tirta Sewaka Dharma atau PDAM Kota Denpasar melakukan Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Untuk saat ini, proses KPBU ini masih dalam tahap penyusunan studi kelayakan atau feasibility study (FS).
Diharapkan, pada Juli 2025 mendatang, proses pembuatan FS sudah rampung. Sehingga penggantian pipa yang sudah uzur bisa segera dilakukan.
Dirut Perumda Air Minum, Ida Bagus Gede Arsana menegaskan, goal dari proyek ini adalah PDAM bisa memberikan pelayanan berupa air siap minum kepada masyarakat.
Meskipun saat ini masih dalam proses FS untuk KPBU, pihaknya tetap melakukan sejumlah perbaikan.
“Kami akan rencanakan pemasangan-pemasangan pipa, juga bangun reservoir di Sanur dan Padangsambian,” katanya.
Sementara itu, PDAM Kota Denpasar saat ini masih kekurangan air untuk melayani pelanggan. Dimana Perumda baru bisa memenuhi 60 persen air baku untuk pelanggan.
Arsana mengatakan, saat ini di Denpasar, kapasitas produksi air baru 1.450 liter per detik. Dari jumlah itu, tingkat kebocoran air juga masih cukup tinggi yakni 30 persen.
Pihaknya juga membeli di SPAM Penet dan Petanu Denpasar milik UPTD Pengelolaan Air Minum Provinsi Bali. Dari semua itu, pihaknya mengaku masih kekurangan air sebesar 1.000 liter per detik untuk melayani 90 ribu pelanggan.
Untuk di Denpasar ada dua instalasi pengolahan air (IPA) yakni IPA Belusung dan IPA Waribang. “Untuk di Belusung, produksi kami 550 liter per detik, dan di Waribang 300 liter per detik,” paparnya.
Baca juga: 3 Jenazah Telantar Akhirnya Dikubur, Relawan Rumah Peduli An Nisa Upayakan di Makam Wanasari
Baca juga: WASPADA APBN Jebol! Menkeu Sri Mulyani Beri Pesan Penting Pada Prabowo-Gibran!

Kemudian ada juga pemanfaatan air dari sumur bor sebanyak 450 liter per detik. Kemudian pihaknya membeli ke SPAM Penet dan Petanu dengan total 300 liter per detik.
“Dengan jumlah itu, kami baru bisa mensuplai untuk 60 persen pelanggan. Kekurangannya lagi 40 persen kami harus cari solusi,” katanya.
Ke depannya, salah satu solusinya yakni meningkatkan kerjasama dengan UPTD Provinsi Bali. Salah satunya tambahan dari Bendungan Sidan dengan kapasitas 750 liter per detik untuk Denpasar.
Namun hal ini kemungkinan baru terealisasi pada tahun 2026 atau 2027. Selain itu, kini pihaknya juga sedang mencari titik-titik sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk menambah suplai.
“Kami juga akan berupaya mencari celah untuk terus menekan kebocoran,” katanya. (sup)
Kembangkan Kampung Kuliner Serangan Bali, Dispar Denpasar Tengah Jajaki CSR |
![]() |
---|
Perizinan Nuanu di Pantai Nyanyi Tabanan Disebut Belum Lengkap, Ini Hasil Sidak DPRD Bali |
![]() |
---|
Dilaporkan Warga karena Bising, Pengunjung malah Viralkan Polisi Saat Datangi Kafe di Denpasar |
![]() |
---|
Ringankan Beban Umat, PHDI Denpasar Bali Akan Gelar Upacara Menek Kelih hingga Metatah Massal |
![]() |
---|
4 Mantan Karyawan Berkomplot Lakukan Aksi Pencurian di Denpasar Bali, Gasak 6 Karton Vitamin Rambut |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.