Berita Gianyar

750 Dosis Vaksinasi Gratis Untuk Memberantas Rabies Di Gianyar Bali

penyakit rabies telah mewabah di Provinsi Bali sejak tahun 2008 di mana jumlah korban terus menunjukkan peningkatan setiap tahunnya

istimewa
750 Dosis Vaksinasi Gratis Untuk Memberantas Rabies Di Gianyar Bali 

“Hingga saat ini, angka kasus rabies akibat gigitan anjing di Bali meningkat pesat. Tercatat ada 62.762 kasus hingga November 2023, yang mengakibatkan enam kematian tragis,” ungkap Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali, Nurul Hadiristiyantri.

Efek yang ditimbulkan akibat infeksi rabies telah dirasakan oleh masyarakat kita dalam jangka waktu yang sangat lama.

“Mengakhiri wabah ini telah menjadi prioritas utama kami selama beberapa tahun terakhir. Tentunya kami tidak dapat bekerja sendiri,” tambahnya.

Melalui kolaborasi bersama Boehringer Ingelheim melalui kampanye Stop Rabies, dalam menyediakan dan mendistribusikan vaksinasi ini kepada penerima yang ditargetkan, kami yakin kita semua dapat mencapai tujuan bersama untuk menjalani kehidupan yang lebih baik dan sehat.

Semua pihak, terlepas dari latar belakangnya, memiliki peranan penting dalam keberhasilan pemberantasan kasus rabies di Bali.

Instansi pemerintah harus mengawal inisiatif pencegahan rabies, seperti program vaksinasi dan memastikan keberlanjutan program-program serupa untuk menjamin Bali akan bebas dari infeksi rabies.

Masyarakat juga turut mengambil sikap proaktif dengan memastikan anjing dan kucing peliharaannya, bahkan yang berkeliaran secara bebas, untuk mendapatkan vaksinasi dan menjaga angka kematian akibat penyakit rabies terus menurun.

Program Stop Rabies dari Boehringer Ingelheim diluncurkan untuk memperkuat misi perusahaan dalam meningkatkan kesehatan hewan dan manusia di seluruh dunia.

Program ini merupakan bagian dari Boehringer Ingelheim Sustainable Development – For Generations (SD4G) yang bertujuan untuk memberantas penyakit menular pada kesehatan manusia dan hewan pada tahun 2030.

Hingga saat ini, Boehringer Ingelheim telah memberikan vaksinasi pada ribuan anjing di Indonesia, Malaysia, Filipina, Afrika Selatan, Thailand, dan Vietnam.

Di Indonesia sendiri, perusahaan kesehatan ini telah turut andil dalam mencegah penyebaran rabies sejak tahun 2022.

Selain itu, Boehringer Ingelheim juga terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dokter, dan lembaga lainnya untuk memberikan vaksinasi anti-rabies gratis kepada hewan-hewan yang rentan, seperti anjing dan kucing di wiilayah yang berisiko tinggi.

Kepala Desa Singapadu Tengah, I Made Demontara, menyampaikan selama dua hari ke depan (8-9 Juli 2024) kami akan melakukan vaksinasi langsung di Balai Masyarakat Singapadu Tengah, dan untuk jangkauan yang lebih luas, kami juga akan melakukan upaya vaksinasi dari pintu ke pintu.

Kesuksesan program ini didukung oleh para profesional di bidangnya yang memiliki dedikasi tinggi pada isu ini, sehingga kenyamanan dari hewan-hewan yang menerima vaksinasi juga turut diperhatikan.

“Melalui program ini, kami akan memastikan bahwa tidak ada anjing atau kucing yang tertinggal maupun terabaikan. Bersama-sama, mari kita hentikan penyebaran rabies demi lingkungan hidup yang lebih sehat dan aman di masa depan!” ucapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved