Pilkada Bali 2024

KIAN Panas Pilkada di Buleleng, Baliho PAS-Mulia Muncul di Sejumlah Titik Singaraja, PDIP Komentar

Pada baliho itu, PAS berpasangan dengan Made Muliawan Arya alias De Gajah. Baliho PAS - Mulia muncul di beberapa ruas jalan besar wilayah Kota

|
Mer/Tribun Bali
Baliho PAS-Mulia di simpang empat ruas jalan Dewi Sartika. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Suasana Pilkada Bali 2024 di Kabupaten Buleleng kian memanas.

Sebab belakangan muncul baliho mantan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, yang dicalonkan sebagai gubernur dalam Pilkada Bali 2024.

Pada baliho itu, PAS berpasangan dengan Made Muliawan Arya alias De Gajah. Baliho PAS - Mulia muncul di beberapa ruas jalan besar wilayah Kota Singaraja.

Seperti di ruas jalan Ahmad Yani, Jalan Dewi Sartika dan Jalan Udayana. Pada baliho itu juga terdapat tagline 'Bali Maju Menuju Indonesia Emas Bersama PAS-Mulia'.

PAS sendiri saat dikonfirmasi mengatakan jika setiap orang sah-sah saja memasang baliho. Terlebih jika orang tersebut merupakan tokoh politik.

Ia pun mencontohkan beberapa tokoh politik, seperti Nyoman Giri Prasta hingga I Nyoman Sutjidra.

Baca juga: Imigrasi Ngurah Rai Tolak 561 WNA Masuk Bali Melalui Bandara, Simak Penyebab Mereka Ditolak!

Baca juga: Dokter Alit Tunggu Hasil Patologi Anatomi, Forensik RSUP Prof Ngoerah Autopsi Jenazah Serda Didin

Baliho PAS-Mulia di simpang empat ruas jalan Dewi Sartika.
Baliho PAS-Mulia di simpang empat ruas jalan Dewi Sartika. (Mer/Tribun Bali)

"Semua pasang baliho seperti Giri Prasta dan Sutjidra, masak saya tidak boleh? Sekarang tergantung objektif orang dalam menilai baliho tersebut," ucap Bupati Buleleng periode 2018-2022 ini.

Secara pribadi pria asal Desa Banyuatis, Kecamatan Banjar, itu berharap dalam menyongsong Pilkada 2024 ada koalisi merah putih antara PDIP dan KIM di Bali.

Yang mana menurut dia sebagai simbol kebersamaan, sehingga kedamaian dan kenyamanan Bali tetap terjaga.

"Saya sebagai pengusaha ingin agar Bali tetap damai dan nyaman. Ada koalisi antara PDIP dan KIM. Itu manifestasi dari alam pikir saya," katanya.

Di sisi lain, kemunculan baliho PAS - Mulia mendapat komentar pedas dari Putu Mangku Budiasa.

Menurut Wakil Ketua Bidang Kehormatan PDIP Buleleng itu, PAS tidak punya etika politik sebab diketahui hingga kini PAS masih menjabat sebagai Ketua DPC PDIP Buleleng.

Mangku Budiasa juga menilai langkah PAS melanggar AD-ART Partai. Lantaran PAS lebih memilih berpasangan dengan Muliawan, yang merupakan kader dari Partai Gerindra.

Padahal dari isu yang santer terdengar, PDIP Bali telah memiliki bakal calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk diusung, yakni Wayan Koster-Giri Prasta.

"Kalau memang berniat ikut tampil sebagai calon gubernur mestinya dalam penjaringan bakal calon gubernur, dia (PAS) ikut mendaftar.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved