Harga Cabai Melonjak di Pasaran, di Klungkung Sentuh Angka Rp90 Ribu Perkilo

Harga komoditas cabai mengalami kenaikan yang cukup signifikan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Klungkung.

Istimewa
Pj Bupati Klungkung Nyoman Jendrika saat meninjau pertanian cabai, merespon naiknya harga cabai di pasaran. 

Harga Cabai Melonjak di Pasaran, di Klungkung Sentuh Angka Rp90 Ribu Perkilo

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Harga komoditas cabai mengalami kenaikan yang cukup signifikan di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Klungkung.

Padahal memasuki bulan Agustus, memasuki musim masyarakat melaksanakan upacara ngaben dan biasanya terjadi peningkatan kebutuhan pokok termasuk bumbu dapur di masayrakat.

Baca juga: DPRD Klungkung Soroti Banyak Hotel dan Restaurant Bodong, Perizinan Harus Dituntaskan

Berdasarkan pantauan di Pasar Umum Galiran, Selasa (30/7/2024) harga cabai sudah berkisar Rp75 ribu sampai Rp90 ribu per kilogramnya.

Para padagang menyebut kenaikan harga drastis terjadi dalam sepekan belakangan.

Bahkan kenaikan rata-rata Rp10 ribu setiap hari.

Baca juga: TERPAKSA Jual Sapi Demi Air Bersih, Warga Desa Pejukutan Klungkung Kesulitan Air Bersih

“Kalau merah saja yang rawit sekarang Rp90 ribu kalau campur dapat Rp75 ribu, sehingga bisa lebih terjangkau untuk pembeli,” ujar Pedagang bumbu dapur di Pasar Galiran Klungkung Muji Rahayu, Selasa (30/7/2024).

Kenaikan harga komoditas cabai bahkan sempat dibahas dalam rapat kordinasi (Rakor) mingguan pengendalian inflasi daerah pekan terakhir di bulan Juli.

Baca juga: Pengusaha Keluhkan Hotel dan Restoran Bodong di Nusa Penida Klungkung Bali!

Disampaikan jika cabai dan beras mengalami kenaikan harga di sejumlah daerah.

Melihat kondisi tersebut, Pj Bupati Jendrika langsung menemui petani cabai merah di Subak Selisihan, untuk mengetahui penyebab kenaikan harga cabai di Klungkung.

Serta ketersediaan komoditas cabai di tingkat petani.

Baca juga: Harga Bahan Pokok di Bali 30 Juli Termasuk Daging Ayam, Beras dan Telur, Cabai Rawit Naik!

Di lahan 47 hektar tersebut, diakui kondisi dan ketersediaan cabai masih relatif normal. Tidak ada gagal panen ataupun situasi lain yang membuat ketersedian cabai di pasaran terhambat.

Walau ada beberapa tanaman cabai yang terserang hama.
 
"Jadi kenaikan harga ini tergantung ketersedia cabai merah di pasar. Meningat di bulan juli-agustus masyarakat di Bali banyak yang melaksanakan upacara agama seperti ngaben masal dan pernikahan, ini sangat berpengaruh terhadap ketersediaan cabai di pasar. Serta cuaca yang tidak menentu, ada pohon cabai cepat terserang hama," ungkap Jendrika.

Baca juga: Harga Bahan Pokok Hari Ini di Bali 24 Juli, Cabai Sentuh Angka Fantastis Hampir Rp100.000/kilogram

Selain cabai, harga beras juga mengalami kenaikan harga.

Harga beras premium per kilogramnya Rp15.500, beras medium C4 per kilogramnya Rp13.500 sementara, beras lokal atau beras polos perkilogram Rp14.000. (*)

 

Berita lainnya di Harga Cabai

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved