KTT IAF & HLF MSP
Forum Indonesia Afrika Targetkan Wisatawan dari Afrika Selatan Datang ke Bali Naik 25 Persen
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mengatakan peningkatan wisatawan ditargetkan mulai dari 20-25 persen.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Melalui Forum Indonesia Afrika, targetkan wisatawan asing yang datang dari Afrika Selatan naik 25 persen ke Bali.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno, mengatakan peningkatan wisatawan ditargetkan mulai dari 20-25 persen.
“Dengan tinggal sekitar 17 hari dan spend money sekitar 12.500 dollar. Afrika Selatan ini kegiatan ekonominya terbesar di Afrika, tapi juga jangan dilupakan Mesir, Nigeria ini negara-negara yang bertumbuh sangat cepat. Yang bisa promosikan adalah wisatawan yang berkualitas,” jelas Sandiaga Uno pada jumpa pers IAF, Selasa 3 September 2024.
Lebih lanjutnya Sandi mengatakan, ada permintaan khusus kemarin saat bertemu dengan Presiden Zanzibar.
Mereka ingin belajar dua hal dari Indonesia, yakni pengelolaan MICE dan mereka ingin talenta hospitality nya bisa mendapat kesempatan belajar di Indonesia.
“Kami membuka peluang di Poltekpar Bali, di Nusa Dua Desa Kampial. Di Kampus kami sudah ada fasilitasnya untuk mahasiswa asing,” imbuhnya.
Baca juga: 5 Subak di Jembrana Dapat Bantuan 30 Unit Mesin Pompa Air untuk Pertanian
Baca juga: Dua Warga Buleleng Diduga Jadi Korban Perdagangan Orang, Disekap hingga Disiksa
Disinggung apa feedback yang didapat dari mahasiswa Afrika, yang belajar di Indonesia, Sandiaga mengatakan yang bisa dipelajari dari Afrika adalah wisata konservasi.
Selain bertemu dengan Presiden Zanzibar, Kemenpar juga bertemu dengan Presiden Aljazair. Rupanya negara Aljazair ini adalah negara dengan peninggalan bangunan-bangunan era romawi yang terbesar, lebih besar dari Italia.
Dan peninggalan-peninggalan yang merupakan daya tarik wisata ini terawat dengan baik. “Dengan begitu kita perlu belajar konervasi, yang kedua dengan Zanzibar ini ternyata mereka 30 persen ekonomi nya itu di kontribusikan oleh priwisata yang hanya fokus di melihat-melihat binatang seperti jerapah, gajah, maupun melihat binatang-binatang lainnya,” paparnya.
Hal ini yang bisa dijadikan student exchange opportunity sehingga bisa belajar dengan kedua belah pihak.
(*)
Perwakilan dari 10 Negara Afrika Diajak Belajar Budidaya Ikan Nila dan Lele di Desa Sulahan Bangli |
![]() |
---|
Jadi Pembicara HLF MSP, Ini 4 Kunci Penguatan Pembiayaan Mikro Untuk UMKM dari Menteri Teten |
![]() |
---|
Kemenpar Lakukan Pertemuan Bilateral Dengan Zanzibar, Bahas Pertukaran Pelajar Hospitality |
![]() |
---|
MoU Farmasi Indonesia-Ghana, Langkah Baru Sinergi Sektor Kesehatan di Afrika |
![]() |
---|
Menlu Retno: Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Negara-Negara Afrika Terus Meningkat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.