Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Buleleng

Kadek dan Dower Penyebab Perkelahian Viral di Singaraja, Nodai Perayaan Galungan

Kadek dan Dower Penyebab Perkelahian Viral di Singaraja, Nodai Perayaan Galungan

Tayang:
istimewa
Kadek dan Dower Penyebab Perkelahian Viral di Singaraja, Nodai Perayaan Galungan 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Kesakralan perayaan hari raya Galungan di wilayah Kota Singaraja, Buleleng tercoreng.

Itu akibat adanya perkelahian antara pemuda yang awalnya berbalas komentar di TikTok.

Informasi yang dihimpun, lokasi kejadian itu berada di traffic light wilayah Kelurahan Banyuning. Singaraja Peristiwa itu terjadi ada Rabu (25/9/2024) malam. 

Baca juga: Ditarik dari Motor, Pemuda ini Ditikam di Taman Pancing Denpasar, Pelaku Masih Bebas Berkeliaran

Video perkelahian itupun viral di media sosial.

Sebab akibat kejadian itu, wilayah sekitar traffic light wilayah Kelurahan Banyuning. Singaraja menjadi macet.

Apalagi di media sosial, disebutkan pada perkelahian itu ada pemuda yang membawa sejenis senapan.

Baca juga: JENAZAH Gung Balang dan Istri Dalam Posisi Berpelukan, Kalimat Keramat Oknum Ormas ini Terbukti

Kapolsek Kota Singaraja, Kompol Made Agus Dwi Wirawan saat dikonfirmasi membenarkan adanya perkelahian itu.

Dikatakan jika peristiwa itu mulanya melibatkan dua pemuda yang saling berbalas komentar di media sosial TikTok, hingga berujung pada perkelahian

"Berawal dari komentar di media sosial TikTok antara Kadek IS bersama dengan Krisna alias dower.

Kemudian dari komentar-komentar ini, keduanya janjian bertemu di sebuah pantai di wilayah Penarukan. Terjadi perselisihan atau perkelahian kedua belah pihak," jelasnya, Kamis (26/9/2024). 

Lanjut Kapolsek, perkelahian tersebut sejatinya sudah selesai.

Kedua belah pihak juga telah damai.

Namun disinyalir ada warga yang menerima informasi simpang siur, hingga akhirnya kembali memanas dan terjadi perkelahian susulan di simpang Banyuning atau Traffic Light Banyuning

Pihak yang terlibat perkelahian di Banyuning pun akhirnya saling lapor ke Polisi.

Kompol Agus menyebut ada tiga laporan yang dia terima, dan seluruhnya telah dibuatkan laporan.

Laporan pertama adalah korban Made Sumerta Jaya dengan pelaku Kadek P, Putu A, dan KS.

Laporan kedua korban bernama Kadek Putra Yasa, sedangkan pelaku berinisial PA dan D.

Sementara Laporan ketiga, korban/pelapor berinisial PA, dengan terlapor berinisial KS, Gede A dan OP. 

"Semalam kita sudah periksa 11 saksi, kita running, kita maraton dan selesaikan untuk mengetahui kejadian di masing-masing TKP.

Yakni di Penarukan dan simpang Banyuning. Hari ini kita periksa tambahan terkait posisi masing-masing dan juga untuk memenuhi kelengkapan 184 KUHP alat bukti yang sah," ungkapnya. 

Disinggung soal senapan gas, Kapolsek Singaraja membenarkan ada info tersebut.

Namun pihaknya di lokasi tidak mendengar suara letusan ataupun tembakan. 

"Korban yang pertama di TKP Banyuning itu (Made Sumerta Jaya) memang selesai berburu.

Saat melintas, ia menemukan temannya dikeroyok dan dia ingin melerai.

Ini keterangan awal, tentunya kita akan cocokan dengan keterangan lain dengan saksi-saksi yang lain.

Sementara info adanya suara dari senapan gas itu belum bisa dikonfirmasi kebenaranya. Mohon bersabar, hari ini kita tuntaskan," ucapnya. 

Lebih lanjut dikatakan, seluruh pihak yang terlibat perkelahian sudah dimediasi di Polres Buleleng.

Pihak-pihak yang terlibat juga sudah saling memaafkan. Kendati demikian, proses hukum tetap berlanjut. 

"Kendati sudah berdamai, namun proses hukum masih tetap berlanjut. Mereka yang terlibat saat ini masih dimintai keterangan," tandasnya. 

Sementara itu, Perbekel Desa Petandakan, Wayan Joni Arianto memohon maaf atas keributan yang terjadi pada hari raya Galungan.

Kedua pihak yang terlibat pun sudah dimediasi dan berdamai. 

Hal senada juga diungkapkan Lurah Banyuning Nyoman Muliawan.

Pihaknya sangat menyesalkan kejadian perkelahian yang melibatkan dua desa.

Yakni antara kelurahan Banyuning dan Desa Petandakan.

"Saat ini kedua belah pihak telah sepakat untuk tidak melakukan lagi hal yang meresahkan masyarakat. Dan anak-anak sudah berjanji tidak akan melakukan hal seperti ini lagi," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved