Pilkada Bali 2024

WASPADAI Perang Narasi Mengarah Hoak Dalam Pilkada 2024, Simak Penjelasan Akademisi Berikut Ini

Dalam konteks Pilkada, narasi ini dapat sangat memengaruhi persepsi masyarakat tentang calon pemimpin, kebijakan, dan isu-isu penting lainnya.

ISTIMEWA
Akademisi Universitas Warmadewa yang juga Koordinator Wilayah Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Bali, NTB dan NTT, I Nengah Muliarta menyerukan kepada masyarakat Bali untuk mewaspadai perang narasi yang mengarah pada informasi bohong (hoaks) pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2024. 

Kecepatan penyebaran informasi di media sosial membuat hoaks mudah viral dan sulit dihentikan," jelas Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali periode 2014-2017.

Ia mengajak seluruh pihak, termasuk media, masyarakat, dan penyelenggara pemilu, untuk bersama-sama melawan hoaks dan perang narasi.

Masyarakat harus aktif berpartisipasi dalam melawan hoaks, dengan cara kritis terhadap informasi yang diterima, terutama yang berasal dari media sosial.  Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumbernya.

Muliarta menambahkan bahwa kesadaran dan partisipasi publik dalam menanggapi informasi yang beredar sangat penting.

Mengedukasi diri tentang cara memverifikasi informasi, serta melaporkan informasi yang mencurigakan kepada pihak berwenang, dapat membantu meminimalisir dampak negatif dari hoaks.

Lebih jauh, masyarakat harus mengembangkan sikap kritis terhadap informasi yang mereka terima. Mengingat bahwa hoaks sering kali disebarkan dengan emosi yang kuat.

Penting bagi individu untuk tidak langsung bereaksi tanpa menyelidiki kebenarannya terlebih dahulu. Diskusi terbuka di antara masyarakat mengenai isu-isu penting juga dapat membantu meredakan ketegangan dan memperkuat kohesi sosial.

Disamping itu, media juga memiliki peran krusial. Media harus menjadi garda terdepan dalam menyebarkan informasi yang benar dan factual.

Media siber, khususnya, diharapkan dapat meningkatkan literasi media di kalangan masyarakat, sehingga mereka lebih mampu membedakan antara informasi yang valid dan yang tidak. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved