Berita Badung

TERBONGKAR! Kelian Adat Minta Pesta Kembang Api di Pantai Berawa Ditunda, Finns Beach Club Ngotot

TERBONGKAR! Kelian Adat Minta Pesta Kembang Apirinf Finns Beach Club Ngotot

istimewa
TAK BERDAYA, Sulinggih Saat Pesta Kembang Api di Pantai Berawa Disorot, Finns Klaim Ada Izin 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kelian Adat Banjar Tegal Gundul, I Made Wira Atmaja menyanggah pernyataan dari Polda Bali.

Dimana disebutkan adanya miskomunikasi atas polemik upacara Pengabenan umat Hindu dengan pesta kembang api yang viral beberapa hari lalu.

45 juga: G6 dan Istri Sepakat Akhiri Hidup di Denpasar Setelah Konsumsi Narkoba?

Pesta kembang api itu digelar Finns Becah Club di Pantai Berawa, Kuta Utara, Badung.

Hal itu disampaikan Kelian Adat dalam sebuah pertemuan yang digelar di Finns Beach Club pada, Kamis 17 Oktober 2024. 

Kelian Adat menekankan bahwa dirinya sudah berkomunikasi dengan pihak Finns Beach Club.

Baca juga: Koster-Giri Akan Bangun Pabrik MRMP Senilai Rp30 M di Tabanan, Target Bali Daulat Pangan

"Bukan miskomunikasi Finns Beach Club dan Kelian Adat.

Saya baca Humas Polda Bali, ada miskomunikasi, itu salah, saya sudah berkomunikasi, antara staf bawah dan pimpinan (Finns Beach Club) yang tidak sinkron, itu yang menyebabkan," tandasnya dalam pertemuan itu.

Made Wira Atmaja juga sudah meminta pihak Finns Becah Club untuk menunda sebentar penyalaan kembang api.

Dengan alasan jarak yang hanya beberapa meter titik kembang api dengan lokasi persembahyangan umat Hindu yang memang sudah berlangsung dari pagi hari prosesinya. 

Namun tidak bisa dituruti pihak Finns Beach Club karena pesta kembang api sudah terjadwal rutin sekitar pukul 19.00 WITA dan dinantikan oleh para pengunjung atau tamu.

"Saya bertanya jam berapa peluncuran kembang api, mereka mengatakan jam 7, jawaban Finns Beach Club adalah ini sudah terjadwal jam 7 customer sudah tahu ada peluncuran, kalau ingin menghubungi pimpinan," tuturnya. 

Kelian Adat berharap kedepan dibuat nota kesepahaman untuk sama-sama menjaga adat Bali agar tidak ada lagi kasus-kasus serupa terjadi. 

"Sama-sama menjaga adat Bali, sebelum ada Finns Beach Club sudah ada upacara di sini, kami harap kedepan bisa upacara lebih khusyuk, musik diperkecil.

sulinggih ada di bawah, kaki-kaki yang diselonjorkan jangan terlalu ke depan, buat MoU agar kondusif," ujar dia.

Sebelumnya Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menyebutkan kasus kembang api itu hanya karena miskomunikasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved