Berita Bali

KASUS Siswa Ngadu ke AWK Soal Sidak Rambut, Netizen Sebut Generasi Menye-menye!

Banyak netizen yang malah curhat, bahwa ia pernah dijemur, bahkan sampai dipukul dengan penggaris dalam upaya guru mendisiplinkan muridnya. 

zoom-inlihat foto KASUS Siswa Ngadu ke AWK Soal Sidak Rambut, Netizen Sebut Generasi Menye-menye!
ISTIMEWA
SIDAK RAMBUT - Tangkapan layar kegiatan sidak potong rambut di SMKN 2 Singaraja. 

TRIBUN-BALI.COM - Kasus siswa melapor ke AWK ihwal disidak rambut, membuat geger jagat maya. Banyak netizen yang malah mendukung sang guru ketimbang aksi siswanya. 

Netizen menyebutkan bahwa siswa zaman sekarang menye-menye, padahal aturan di sekolah sudah jelas. Aksi sidak rambut juga merupakan hal wajar, tatkala seorang siswa rambutnya tidak sesuai aturan. 

Netizen pun berkomentar, bahwa sanksi harus ditegakkan jika siswa tidak mau ikut aturan. Termasuk soal penampilan ke sekolah, sehingga tidak menganggu. 

Beberapa netizen juga membandingkan, jika sanksi sekarang masih termasuk standar jika dibandingkan dengan pendidikan moral guru ke murid zaman dahulu. 

Banyak netizen yang malah curhat, bahwa ia pernah dijemur, bahkan sampai dipukul dengan penggaris dalam upaya guru mendisiplinkan muridnya. 

Netizen pun mengatakan, bahwa pendisiplinan murid atau siswa, adalah hal penting untuk membentuk karakternya agar ke depan tidak semena-mena. 

Baca juga: Kontrak Virgil van Dijk di Liverpool Tinggal Tunggu Waktu, Lebih Mudah Dibanding Salah dan Trent?

Baca juga: BSI Lahirkan Bibit Wirausaha Muda Unggulan Aceh

Seorang pelajar di Buleleng kena sidak rambut. Guru kemudian memangkas rambutnya. Namun ada yang melaporkan sidak itu ke Arya Wedakarna alias AWK.

Video sidak potong rambut tersebut diunggah oleh akun Instagram AWK pada Kamis 24 Oktober 2024. Pada unggahan tersebut, AWK menulis keterangan bahwa pihaknya menerima laporan ada pemaksaan potong rambut diduga di SMKN 2 Singaraja.

AWK akan menindaklanjuti serta mengajak untuk menangani siswa dengan cara humanis, dialogis tanpa sentuhan fisik agar tidak melanggar undang-undang. AWK juga akan segera datang ke sekolah untuk meminta penjelasan dari pihak sekolah.

Sementara pada postingan juga terdapat tangkapan layar aduan. Setelah mengirimkan video sidak potong rambut, pengirim meminta tanggapan dari AWK. Pengirim yang meminta identitasnya dirahasiakan itu juga mengatakan bahwa banyak siswa yang mengeluh karena sidak rambut ini.

"Banyak siswa yang mengeluh karena sidak rambut ini, dan sidak ini tidak diberi peringatan terlebih dahulu, tolong tindak lanjuti pak suksema," ucap akun tersebut.

Video laporan sidak yang diduga berlokasi di SMKN 2 Singaraja ini pun viral. Hingga Jumat kemarin, unggahan AWK mendapatkan 1.991 komentar dengan 5.239 menyukai. Namun ternyata, banyak warganet yang justru setuju dengan tindakan guru melakukan sidak sekolah.

Warganet meminta agar AWK tidak menyalahkan tindakan guru. Tak sedikit pula yang meminta agar AWK tidak perlu menggubris laporan itu. Tribun Bali sudah berupaya meminta konfirmasi ke SMKN 2 Singaraja. Namun pihak sekolah meminta untuk bertemu langsung ke sekolah agar mendapatkan penjelasan lebih lengkap.

Ketua Dewan Pendidikan Buleleng, Made Sedana mengatakan, sidak potong rambut di SMKN 2 Singaraja dinilai masih bisa ditoleransi. Tujuan sidak ini adalah untuk kerapian siswa dan sebagai bentuk edukasi.

Ia  sudah melihat video viral guru menertibkan siswanya dengan mencukur rambut. Ia menjelaskan, dari sisi dewan pendidikan, tindakan guru tersebut masih bisa ditoleransi. Dalam artian guru menertibkan siswa masih dalam tataran mengedukasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved